Ursinus Sakerebau, Dulu Guru Kini Camat

24-07-2018 22:35 WIB | Sosok | Reporter: Leo/Supri | Editor: Gerson M Saleleubaja
Ursinus Sakerebau, Dulu Guru Kini Camat

Camat Pagai Utara, Ursinus Sakerebau. (Foto : Leo/mentawaikita.com)

SAUMANGANYAK-Selama 32 tahun Ursinus Sakerebau bergelut dalam dunia pendidikan, mulai menjadi guru pada Juli 1986-2003 di SDN 02 Sikakap, Kecamatan Sikakap. Kemudian pindah dan diangkat menjadi kepala SDN 20 Saumanganyak pada 2003.

Sepanjang 2003-2018, profesi Ursinus sebagai Pegawai Negeri Sipil selalu bersinggung dengan dunia pendidikan. Terakhir selama kurang lebih 5 tahun (2013-2018) dia menjadi pengawas SD di kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Pagai Utara.

Setelah menghabis sepanjang karirnya dalam dunia pendidikan, pria kelahiran Dusun Manganjo, Desa Saumanganyak, 31 Desember 1965 ini kemudian diangkat menjadi Camat Pagai Utara oleh Bupati Kepulauan Mentawai pada 6 Juli 2018.

Meski dunia birokrasi bukan hal yang baru baginya, tetapi menjadi seorang camat cukup menimbulkan rasa yang berbeda.

"Waktu pertama menjabat sebagai camat memang ada rasa berbeda, biasanya sebagai pengawas di pendidikan sekarang menjadi camat, waktu menjadi pengawas yang diawasi dunia pendidikan saja, kalau sekarang rangkap mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintah desa dan masyarakat," ujarnya, Jumat (20/7/2018)

Menurut Ursinus, hal yang paling krusial dilakukan di Pagai Utara adalah membangun infrastruktur jalan antar dusun, desa dan kecamatan. Jalan menjadi nadi pergerakan ekonomi masyarakat dalam hal pengantaran hasil bumi dari ladang ke pasar.

Selama ini masyarakat kesulitan menjual hasil bumi sebab harus melewati laut yang memiliki risiko tinggi sebab jalur darat belum memadai. Sehingga meski hasil pertanian banyak tak memberi efek peningkatan ekonomi yang signifikan.

"Kalau jalan bagus saya yakin penampung yang ada di Desa Sikakap akan datang ke Pagai Utara untuk membeli, seperti sekarang dulu masyarakat Desa Matobe, Kecamatan Sikakap kesulitan dalam menjual hasil perkebunan dan laut, sejak ada jalan trans Sikakap-Matobe sekarang ini para petani pisang tinggal meletakkan pisangnya di kanan kiri jalan penampung pisang atau penampung lainnya yang akan datang kesana untuk membeli," katanya.

Selain jalan, dirinya akan berusaha memotivasi pola pikir masyarakat dari yang dulunya petani tradisional menjadi petani profesional. Dengan demikian akan sejalan pembangunan infrastruktur dan pola pikir masyarakat.

Pendidikan dan kesehatan juga menjadi agenda penting yang akan diselesaikan oleh Ursinus, sebab kedua sektor ini sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia.

Di sektor pendidikan, dia akan melibatkan seluruh komponen membenahi sekolah, mulai dari fasilitas, kelengkapan guru dan tingkat disiplin.

Ursinus melihat, fasilitas kesehatan hampir merata di seluruh desa dan dusun yang ada di Pagai Utara, namun tenaga kesehatan masih kurang. Ia berniat mengajak Puskesmas Saumanganya membenahi kekurangan tersebut.

Menurut Ursinus, sejak menjadi camat, ada segudang pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Selain yang telah ia sebutkan, dirinya diminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyediakan lahan seluas 2 hektar sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

"Informasi yang ini disampaikan oleh ibu Sri konsultan Kementrian PUPR pusat bersama Kepala Bidang OPD Pemprov Sumatera Barat, ini pr yang mendesak," jelas Ursinus.

Dalam perencanaan sementara, titik TPA pertama berada di Muntei Baru-baru Desa Betumonga dan Manganjo Desa Saumanganyak masing-masing seluas 1 hektar.

Meski mengemban tugas berat, Ursinus yakin dengan kerjasama seluruh staf baik di kecamatan dan dukungan dari pemerintah desa dan dusun termasuk masyarakat, segala program pembangunan akan bisa dicapai.

  • Pin it
Komentar