Toni Zalukhu, Sukses Menyekolahkan Anak dari Hasil Pinang

20-07-2018 15:50 WIB | Sosok | Reporter: Supri Lindra | Editor: Gerson M Saleleubaja
Toni Zalukhu, Sukses Menyekolahkan Anak dari Hasil Pinang

Toni Zalukhu mencungkil isi pinang. (Foto : Supri/mentawaikita.com)

SIKAKAP-Berpegang dari pepatah "berakit-rakit ke huluberenang-renang ke tepian, bersakit- sakit dahulu bersenang-senang kemudian", Toni Zalukhu (46), warga Dusun Mapinang, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap memulai hidupnya dengan jalan berkebun pinang.

Himpitan ekonomi karena bertambahnya kebutuhan tiap hari memaksa Toni berpikir keras untuk menemukan sumber penghidupan yang mampu menopang kebutuhan keluarganya.

Pada tahun 2000, ia memutuskan menggarap tanah seluas 5 hektar, tanah itu kemudian ditanami pinang sebanyak 1.000 batang. Tiap siang ia pergi ke ladang menanam pinang satu per satu, tak terasa pinang yang berhasil ditanamnya sudah mencapai 1.000 batang.

Bibit pinang diperoleh Toni dari teman-temannya yang telah dahulu menanam pinang. Sebagian lagi dibelinya.

Dari hasil panen yang dikumpulkannya tiap bulan selama kurang lebih 8 tahun, Toni sanggup menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Tiap bulan, Toni mendapat hasil penjualan pinang sebanyak Rp2,5 juta.

"Berkat hasil ladang sekarang saya bisa menguliahkan anak, anak saya tiga orang, anak nomor 1 kuliah di Padang kalau tidak ada halangan bulan November nanti akan diwisuda, sementara anak ke dua sudah jadi anggota TNI, dan nomor ketiga sekarang masih duduk di kelas 3 SMA," kata Toni Zalukhu kepada mentawaikita.com, Kamis (19/7/2018).

Toni Zalukhu mengaku, semua hasil yang telah diraihnya terutama keberhasilannya menyekolahkan anak didapat berkat kerja keras dan usaha yang pantang menyerah.

Tiap hari pinang yang sudah masak diambilnya kemudian dibelah menjadi dua bagian lalu dijemur kurang lebih satu hari jika cuaca bagus. Setelah kering, ia mencungkil isi pinang untuk memisahkan dari batoknya.

Setelah terpisah dari batoknya, isi pinang kemudian dijemur kembali hingga kering di terik matahari. Jika cuaca bagus, isi pinang bisa kering selama 3 hari, tetapi saat musim hujan pengeringan membutuhkan waktu sekira seminggu.

"Dalam satu batang pinang bisa menghasilkan lebih kurang setengah kilogram buah pinang sekali panen," jelasnya.

Pinang yang sudah kering tersebut kemudian siap dijual kepada pedagang, terkadang dalam seminggu berhasil menjual 5-10 kilogram pinang kering. Harga jual pinang kering di Sikakap Rp10 ribu per kilogram. "Sekarang tinggal menikmati hasilnya," tuturnya.

Dahulu, kata Toni Zalukhu, sebelum pinang menghasilkan, ia pergi ke laut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ikan yang berhasil ditangkapnya dijual untuk menutupi kebutuhan dapur dan biaya pendidikan anak-anaknya.

Selain pinang, di ladang Toni juga menanam pisang, jengkol dan petai.

  • Pin it
Komentar