BUMDes Saibi Sejahtera Garap Usaha Jasa Transportasi dan Fotokopi

08-07-2018 21:48 WIB | Ekonomi | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson M Saleleubaja
BUMDes Saibi Sejahtera Garap Usaha Jasa Transportasi dan Fotokopi

Kantor BUMDes Saibi Sejahtera di Desa Saibi Samukop. (Foto : Rinto/mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP-Tahun ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Saibi Samukop Sejahtera Kecamatan Siberut Tengah akan memulai usaha jasa transportasi dan fotokopi.

Direktur BUMDes Saibi Sejahtera, Serani Saleh mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuat sebuah perahu untuk sarana transportasi. 1 unit perahu dari kayu tersebut seharga Rp45 juta. Selain perahu mereka juga telah membeli 2 unit stang mesin boat 40 pk yang masing-masing berharga Rp2 juta. Stang mesin itu untuk melengkapi mesin yang sebelumnya telah dibantu oleh Dinas Perhubungan Mentawai pada tahun lalu

Uang usaha BUMDes itu didapat dari penyertaan modal yang diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) Saibi Samukop 2018. Dari kesepakatan antara Serani dengan Pemerintah Desa Saibi Samukop tahun ini mereka mendapat kucuran dana sebanyak Rp250 juta.

Dana yang baru dicairkan sebanyak Rp50 juta yang telah digunakan membeli perahu dan peralatan mesin untuk memulai usaha jasa transportasi.

"Bodi boat sudah mau selesai pembuatannya di Siberut Selatan dan stang mesin tinggal 1 lagi yang belum masuk barangnya," kata Serani Saleh kepada mentawaikita.com, Sabtu (7/7/2018).

Serani Saleh menyebutkan masih menunggu pencairan anggaran dari Pemdes Saibi untuk memulai usaha fotokopi dan lainnya.

"Jadi semuanya masih menunggu dari desa saja memang perencanaannya sekaligus pembangunan gedung tempat usaha tapi kita belum tahu yang jelasnya kami masih menunggu dan kalau untuk sementara tempat usaha rencana kami akan usahakan sewa dan perbaiki rumah yang bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Selain fotokopi, kata Saleh, mereka berencana membuka usaha air galon dan usaha lain yang dapat mengembangkan ekonomi serta membantu warga memenuhi kebutuhannya.

Kepala Desa Saibi Samukop, Binsar Saririkka mengatakan, anggaran BUMDes dari ADD yang telah diberikan merupakan pencairan tahap pertama yang bersumber dari APBN. Kemudian akan ada pencairan dana berikutnya.

"Pada tahap terakhir ini kalau telah cair kita akan diberikan belanja modalnya untuk usaha berupa uang tunai tidak berupa barang," katanya.

Binsar menyebutkan, pihaknya belum mampu memenuhi kebutuhan penyediaan tempat usaha BUMDes Sejahtera sebab anggaran tidak mencukupi pada tahun ini.

"Karna dianjurkan usaha Bumdes ini jalan dulu dan bermanfaat bagi masyarakat baru setelah itu baru kita bangun tempat usahanya, jadi sekarang ini masih di daftar tunggu untuk di tahun depan," katanya.

  • Pin it
Komentar