Disdikbud Mentawai Gandeng AMAN Mentawai Tingkatkan Pemahaman Budaya

28-06-2018 09:44 WIB | Budaya Mentawai | Reporter: Leo Marsen & Gerson Merari Saleleubaja | Editor: Zulfikar
Disdikbud Mentawai Gandeng AMAN Mentawai Tingkatkan Pemahaman Budaya

Penampilan turuk (Foto: www.mentawaikita.com)

SIKAKAP -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai menggandeng Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sanggar seni yang ada di Mentawai secara bersama-sama memberikan pemahaman soal budaya kepada siswa yang ada di kabupaten tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai, Mateus Lajo mengatakan, untuk meningkatkan keterampilan, siswa harus mampu berkolaborasi dengan pelaku seni pada sanggar-sanggar seni yang ada di Mentawai.

Pihaknya, kata dia tengah merancang program pelibatan sanggar seni sebagai tempat belajar siswa.

Menurutnya telah ada beberapa sanggar seni di Kecamatan Siberut Selatan yakni di Desa Muntei dan Sipora Selatan yang berada di Desa Sioban pada 2014 yang sudah terdaftar di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Anggaran kegiatan sanggar itu juga disediakan oleh Kemendikbud.

"Pihak Disdikbud Mentawai juga telah merancang program dan mulai merintis terkhusus untuk siswa-siswi tahun depan bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN ) Mentawai akan mendirikan uma di Desa Saureinuk," kata Mateus kepada mentawaikita.com di sela-sela pelaksanaan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Kabupaten Kepulauan Mentawai 2018 di Kecamatan Sikakap, Selasa, 26 Juni.

Selain pendirian uma, kerjasama dengan AMAN Mentawai juga berupa pembuatan museum dan pengarsipan terkait cagar budaya baik benda maupun non benda yang akan menjadi aset budaya Mentawai.

"Sudah ada rencana kerja (renja) Disdikbud Mentawai dan sudah diusulkan ke DPRD Mentawai, harapan tahun depan mudah-mudahan anggaran tersebut terealisasi," ujarnya.

Keberadaan uma dan sanggar seni ini, kata Mateus diharapkan memicu keingintahuan tentang seni budaya Mentawai di kalangan siswa. Pihaknya menyadari bahwa penerapan seni budaya Mentawai di sekolah-sekolah masih kurang .

"Siswa hanya belajar muatan lokal budaya Mentawai (Bumen) juga masih terbatas dengan itu pihak disdikbud mentawai akan programkan sanggar-sanggar seni ataupun uma agar siswa belajar langsung di sanggar bersama pelaku seni atau pakar seni," katanya.

Ia mengajak masyarakat Mentawai untuk mengembangkan seni budaya dan khusus kepada pra pakar seni untuk terlibat mengajarkan siswa."Harapan kita juga akan kembangkan dan promosikan alat musik tradisional Mentawai ke daerah lain, alat musik tersebut berupa tuddukat, gajeumuk (gendang), jejeneng (lonceng kecil), lolokkiu, pipiau dan nungnug," ucapnya.

Ketua Badan Pelaksanaa Harian AMAN Mentawai, Rapot Simanjuntak membenarkan pihaknya telah membahas rencana pembuatan uma dan hal lainnya dengan Disdikbud Mentawai yang bertujuan meningkatkan pemahaman soal budaya Mentawai kepada pelajar di Mentawai.

"Ya, kami sudah beberapa kali lakukan pertemuan informal dan memberikan usulan anggarannya kepada Disdik Mentawai," kata Rapot.

Namun Rapot belum mau menjabarkan tentang teknis pelaksanaan kerjasama tersebut dengan Disdikbud Mentawai.

  • Pin it
Komentar