40 Ha Sawah di Mentawai Gagal Panen

11-06-2018 20:37 WIB | Ekonomi | Reporter: Bambang Sagurung | Editor: Rus Akbar
40 Ha Sawah di Mentawai Gagal Panen

Sawah warga Sirilanggai yang gagal panen. (Foto: Bambang Sagurung/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN -Kapro Salelenggu, warga Dusun Nangnang DEsa Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara mengaku bingung akan keberhasilan padi sawah miliknya yang ada di Sirilanggai Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara. Sawah miliknya yang berukuran lebar 15 meter dan panjang 200 meter terancam gagal panen karena terserang hama.

"Kita sudah memakai racun tikus, racun serangga namun tidak ada perubahan juga. Buah padi semuanya dalam keadaan kosong," katanya pada Puailiggoubat, Senin (4/6/2018).

Kapro merupakan salah satu warga Dusun Nangnang yang bertanam padi sawah di Sirilanggai yang ikut berbaur dengan masyarakat Sirilanggai sejak 2017 lalu. "Pada panen menjelang akhir tahun 2017 lalu hasilnya lumayan meski tidak maksimal karena musim hujan. Namun kali ini betul-betul gagal," katanya.

Hama yang menyerang sawah masyarakat yaitu tikus dan wereng. "Tidak bisa diselamatkan lagi sehingga lokasi sawah masyarakat yang biasanya ramai karena masyarakat sudah memiliki pondok dan rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu disawah kini terlihat sepi," kata Barnabas Saerejen mantan Kades Malancan.

Dikatakan Barnabas, belum ada solusi untuk memberastas serangan hama yang membuat sawah masyarakat Sirilanggai gagal panen. "Racun tikus dan pestisida sudah dicooba namun tidak ada perubahan. Seharusnya padi sawah yang sekarang ini sudah mulai panen, tapi sudah duluan dipanen hama," katanya.

Dikatakan Barnabas, setiap musim panen untuk setiap kepala keluarga dengan ukuran sawah masing-masing, lebar 15 meter dan panjang 100 hingga 150 meter menghasilkan beras 100 hingga 300 kg. "Sebenarnya hasil itu masih sangat jauh namun masyarakat tetap bersyukur karena masih ada hasil, namun kali ini tidak ada hasil sama sekali," katanya.

Sawah masyarakat Sirilanggai ini dibuka pada tahun 2012 lalu melalui program cetak sawah baru Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Mentawai yang kini menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian seluas 30 hektar.

Sawah Sirilanggai ini sempat ditinggalkan masyarakat pengolahannya pada 2013-2014 dan kembali diolah pada 2015 oleh masyarakat dengan bantuan ADD (alokasi Dana DEsa) dari segi pengadaan bibit dan obat-obatan tanaman.

Waktu mengolah kembali lahan pada 2015 luasnya tidak lagi mencapai 30 hektar namun hanya 15 hektar. Melihat hasil sawah yang terus panen membuat masyarakat bersemangat dan memperluas lahan sawah hingga mencapai 40 hektar dengan jumlah anggota kelompok sawah yang melakukan aktifitas pengolahan sawah sekira 100 kepala keluarga.

"Mudah-mudahan gagal panen ini tidak membuat masyarakat mundur tapi menjadikan pengalaman untuk memulainya lagi," katanya.

  • Pin it
Komentar