Libur Lebaran 2018, Empat Kapal Antar Pulau dari Tuapeijat Dipenuhi Penumpang

09-06-2018 13:39 WIB | Peristiwa | Reporter: Silvester Suntoro Sarogdok | Editor: Zulfikar
Libur Lebaran 2018, Empat Kapal Antar Pulau dari Tuapeijat Dipenuhi Penumpang

Calon penumpang antri untuk mendapatkan tiket (Foto: Suntoro / mentawaikita.com)

TUAPEIJAT -- Tuapeijat sebagai pusat Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Mentawai, menjadi salah satu titik kumpul para perantau seluruh wilayah Kepualauan Mentawai, dari segala penjuru, semua berkumpul di Tuapeijat.

Menjelang libur Lebaran, tentu saja semua ingin pulang, bertemu dan bersilaturrahmi dengan keluarga di kampung halaman masing-masing. Hari ini, emapat kapal antar pulau yang berangkat dari Tuapeijat, dipenuhi penumpang, baik itu tujuan Sikakap ataupun Siberut.

Pantauan mentawaikita.com, Sabtu (09/06/2018) kapal yang berangkat ada empat, yaitu KM. Pulau Simasin dengan tujuan dari Dermaga Tuapeijat-Saibi, Samukop-Sirilogui dan Sikabaluan, KM. Beriloga dari dermaga Tuapeijat tujuan Peipei-Malilimok-Tiop dan Siberut Selatan, KM. Nade dari dermaga Tuapeijat-Sioban-Pasapuat dan Sikakap, Sementara KMP. Bakkat Menuang dari Tuapeijat-Pasapuat dan Sikakap.

Aini (26) seorang penumpang kapal antar pulau tujuan Sikakap mengatakan sudah tidak sabar lagi ingin pulang kampung dan bertemu keluarga. "Sudah lama sih tinggal di Tuapeijat, saya kerja di sini. Jadi sudah tidak sabar untuk ketemu keluarga. Kapalnya pengap penumpangnya banyak sekali, sampai tas kita tidak tau mau ditarok dimana," ujarnya saat diwawancarai mentawaikita.com, Sabtu (09/06/2018).

Selain itu, Susan (40) seorang penumpang tujuan Siberut Selatan menyebutkan ia sempat salah kapal. Awalnya masuk ke KM. Simasin, tujuannya ke Saibi dan Sikabaluan, sementara dia akan turun di Maileppet. "Saya sempat salah kapal, saya kira Kapal Simasin singgah di Siberut Selatan, biasanya kapal Simasin kalau ke Siberut, dia pasti singgah di Maileppet, ternyata tidak, saya harus buru-buru pindah kapal, nanti saya tidak sampai tujuan," ungkapnya.

Empat kapal antar pulau tersebut tidak hanya dipenuhi penumpang, tapi juga barang bawaan hingga kendaraan roda dua. Menurut Tungkir, soerang petugas Portal Dinas Perhubungan, penumpang yang boleh naik kapal, hanya penumpang yang memiliki tiket.

"Kalau tidak ada tiket, tidak boleh masuk kapal. Selain ramainya penumpang, kendaraan roda dua juga ikut dibawa pulang, sehingga menambah berat beban kapal yang berangkat," katanya.

  • Pin it
Komentar