Tiap Minggu Penjualan Pisang dari Sikakap, Mentawai Capai 1500 Tandan

08-06-2018 08:51 WIB | Ekonomi | Reporter: Supri Lindra | Editor: ocha
Tiap Minggu Penjualan Pisang dari Sikakap, Mentawai Capai 1500 Tandan

Pisang yang diangkut menggunakan mobil pick up di pasar Mabolak, Desa Sikakap akan dibawa ke kapal menuju Padang (Foto: Supri)

SIKAKAP-Sejak pembangunan jalan beton dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) dimulai pada 2011, penjualan pisang yang dilakukan warga Dusun Mabolak, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap meningkat mencapai 1.500 tandan tiap minggu

Pembangunan jalan beton sepanjang 750 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut mempermuddah warga mengangkut pisang ke pasar Sikakap sebab jalan sudah dapat dilakui kendaraan roda empat.

"Sekarang ini masyarakat tidak pusing lagi menjual hasil perkebunannya, setelah panen pisang, pisang tersebut letakkan saja di kanan kiri jalan, nanti pembeli akan datang sendiri, sebelum ada jalan PNPM MPd pisang banyak terbuang karena susah membawa ke Sikakap, setiap kepala keluarga (KK) di Dusun Mabolak memiliki perkebunan pisang paling sedikit 500 meter atau 1/2 hektar," kata Kepala Dusun Mabolak, Marlis kepada Puailiggoubat, Senin, 4 Juni.

Jenis pisang yang ditanam warga kebanyakan pisang batu dan pisang medan dengan harga berkisar Rp15 ribu per tandan sampai Rp60 ribu per tandan. Harga pisang sesuai dengan besar kecil tandan.

"Harapan kami masyarakat supaya jalan PNPM MPd ini dapat diperbaiki sebab sekarang sudah banyak jalan yang rusak akibat pengikisan air hujan, akibat jalan banyak yang berlubang sudah banyak masyarakat yang jatuh waktu mengendarai sepeda motor," ujar Marlis.

Nopri, petani pisang, mengatakan, setiap minggu paling sedikit ia menjual pisang batu 15 tandan sampai 20 tandan. "Pisang tersebut tinggal meletakkan di kanan kiri jalan PNPM MPd nanti pembeli pisang akan datang dengan mengunakan viar atau mobil fick up," katanya.

  • Pin it
Komentar