Kepala Desa Tuapeijat: Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

04-06-2018 11:01 WIB | Sosok | Reporter: Silvester Suntoro Sarogdok | Editor: Zulfikar
Kepala Desa Tuapeijat: Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Pusuibiat, Kepala Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara (Foto: Suntoro / mentawaikita.com)

TUAPEIJAT - Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara merupakan pusat dari ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebagai ibu kota sudah hal yang pasti infrastrukturnya harus memadai sebab bukan hanya warga desa itu sendiri yang beraktivitas di daerah tersebut namun dari berbagai wilayah Mentawai termasuk dari luar.

Untuk mewujudkan hal itu, Desa Tuapeijat di tangan kepemimpinan Pusuibiat yang menjabat menjadi kepala desa Tuapeijat sejak 2015 memprioritaskan pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan merata di setiap dusun.

Pusuibiat mengatakan dirinya fokus melakukan pembangunan di setiap desa yang terdiri dari sembilan Dusun yakni Dusun Camp, Kampung, Jati, Tuapeijat, Karoniet, Pukaraijat, Berkat, Mapaddegat, dan Dusun Turonia.

"Kita sejak menjabat tahun 2015, yang pertama kita bangun yaitu jembatan di Dusun Pukaraijat sebanyak satu buah, selebihnya jalan, itu merata," katanya, Rabu, 8 Mei.

Selanjutnya Pusuibiat melanjutkan pembangunan di Desa Mapaddegat berupa 1 unit jembatan pada 2016. Kemudian pada tahun 2017 Pusuibiat membangun jalan rabat beton penghubung di dusun. Pembangunan ini dilakukan secara merata. Pada tahun yang sama Pemdes Tuapeijat di bawah kepimpinan Pusuibiat membangun jembatan sebanyak 2 unit di Dusun Pukaraijat serta jalan lingkar di setiap dusun dan gang.

Tak berhenti di situ, Pusuibiat bersama warga pada tahun ini telah merancang program pembangunan desa baik yang baru maupun rehabilitasi. Pembangunan dan perehaban insfrastruktur tersebut disesuaikan dengan arahan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mentawai.

"Kita sudah membuat RKP (Rencana Kerja Pemerintah) desanya, termasuk produk hukum sudah kita serahkan di Kabag Hukum maupun di Bappeda, beberapa pembangunan juga ada tahun ini, seperti di Dusun Turonia dan Karoniet itu jalan". Lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan infrastruktur di setiap dusun dengan tujuan untuk menghubungkan dusun satu dengan dusun lainnya di Desa Tuapeijat.

Tahun 2013/2014, dijelaskan Pusuibiat pembangunan Desa Tuapeijat masih ditangani oleh penjabat kepala desa sebelumnya, yang ia ketahui pembangunan jalan pada saat itu, di Desa Tuapeijat di Dusun Mapaddegat dan kawasan Jati sudah rusak, termasuk Dusun lainnya dan saat ini yang masih bagus jalannya pembangunan jalan awal tahun 2017, namun sudah mulai retak.

"Kalau tahun 2013 sampai 2014, itu masih kepala desa lama, kita kurang tahu persoalan itu, kitakan baru menjabat tahun 2015, jadi itulah yang kita ketahui, untuk jalannya sudah rusak karena sudah lama, yang rusak itu sudah kita rehab, yang berlubang juga," jelasnya.

Selain pembangunan jalan lingkar di setiap Dusun, ia juga akan membangun jalan menuju ke sawah- sawah atau ladang masyarakat agar nantinya kendaraan yang dibawa bisa masuk dan memudahkan masyarakat membawa hasil panennya.

Ia mengaku pihaknya telah merancang pembangunan 2019 berupa fasilitas olah raga, seperti lapangan sepak bola di Dusun Jati dan Dusun Mapaddegat serta lapangan voli dan takraw.

"Tahun depan kita rencana akan membangun lapangan untuk olah raga, lapangan sepak bola di Jati dan Mapaddegat termasuk voli dan takraw," ujarnya.

Lahan untuk pembangun fasilitas tersebut telah tersedia, untuk lapanga sepak bola yang berada di Jati telah dibeli langsung sementara lapangan yang berada di Mapaddegat tepatnya di belakang Puskesmas tanahnya dihibahkan oleh pemiliknya. Sementara lapangan voli dan takra di Dusun Turonia dan Jati lahan sudah ada tinggal rehab.

Namun beberapa program pembangunan pada tahun ini belum berjalan sebab ada sedikit masalah pada pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) Tuapeijat karena ada perbaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang belum selesai. Tahun ini Desa Tuapeijat mendapat ADD sebesar Rp3,1 miliar.

  • Pin it
Komentar