Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Mentawai Mulai Naik

15-05-2018 13:35 WIB | Ekonomi | Editor: ocha
Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Mentawai Mulai Naik

Penjual sayur di Tuapeijat. (Foto: Patrisius Sanene)

TUAPEIJAT-Sebagian harga bahan pokok menjelang Ramadan di pusat Ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tuapeijat mulai naik. Kenaikan harga tersebut dipengaruhi banyaknya permintaan pembeli yang berdampak pada keterbatasan ketersediaan barang.

Pantauan Mentawaikita.com, Selasa (15/5) di beberapa kios penjual sembako, kenaikan harga kebutuhan tersebut naik mulai pekan lalu. Kebutuhan bahan pokok yang saat ini telah naik adalah cabai dan sayuran-sayuran.

"Sebagian harga barang sudah naik misalnya cabai sebelumnya Rp35 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram," kata Jery, seorang penjual sembako di kilometer 0 Tuapeijat pada Selasa, (15/5/2018).

Sementara itu, harga barang lain seperti sayuran juga mengalami kenaikan mulai Rp2.000-4.000 per kilogram, kemudian harga beras, telur, minyak makan, bawang, dikatakan Jery masih stabil untuk wilayah Tuapeijat.

"Kalau harga barang lain masih tergolong stabil, misal beras 1 karung isi 10 kilo saat ini dihargai Rp160 ribu per kilogram, harga bawang Rp40 ribu per kilo, kemudian harga gula Rp13 ribu, minyak goreng Rp12 ribu per kilo gram, dan harga telur Rp45 ribu per papan (isi 30 butir).

Terkait dengan kenaikan harga bahan pokok tersebut, Kepala Dinas Kepala Koperasi Perindustrian dan Perdagangan ( Koperindag) Mentawai, , Elisa Siriparang mengatakan tidak bisa melakukan penindakan kepada pedagang karena wewenang tersebut sudah berada di Dinas Koperindag Sumbar.

"Kita dilematis melakukan pengecekan harga, termasuk penindakan barang-barang yang kedaluwarsa (habis masa penggunaan) karena wewang sudah berada di Koperindag Provinsi Sumbar," jelas Elisa ditemui di kantornya di hari yang sama.

Koperindag Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak bisa melakukan penyitaan atau penarikan barang-barang yang masa penggunaannya habis karena tidak ada wewenang apalagi sudah diatur dalam undang-undang.

"Kita sangat dilematis, beberapa waktu lalu Desember 2017 saat melakukan pengecekan barang kadaluarsa itu yang memimpin dari instansi Polres Mentawai, bukan dari kita, kalau kita punya wewenang kita akan melakukan kegiatan ini secara rutin," kata Elisa.

  • Pin it
Komentar