Formma Sumbar dan Pemkab Mentawai Gelar Diskusi Soal KEK

13-05-2018 22:34 WIB | Peristiwa | Reporter: Rus Akbar | Editor: Zulfikar
Formma Sumbar dan Pemkab Mentawai Gelar Diskusi Soal KEK

Formma Sumbar diskusi bersama Bupati dan OPD terkait tentang KEK Mentawai di Gedung KNPI Sumbar (Foto: Rus Akbar)

PADANG - Forum Mahasiswa Mentawai (Formma) Sumatera Barat menggelar diskusi terbuka soal rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Desa Pasakiat Teileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Acara tersebut diadakan di Gedung KNPI Sumbar di kawasan Gor H. Agus Salim Padang, Sabtu (12/5).

Ketua Formma Sumbar, Ignasius Joko Mulyono mengatakan diskusi ini merupakan diskusi terbuka, tujuannya untuk mengajak kawan-kawan menyatukan pendapat soal KEK yang direncanakan pemerintah. "Ini tujuannya agar mengetahui bagaimana KEK sebenarnya yang direncanakan di Mentawai. Mahasiswa Mentawai harus lebih cerdas dalam mengelola informasi yang lebih jelas," ujarnya saat membuka acara, Sabtu (12/05/2018).

Diskusi dihadiri Bupati Menatwai Yudas Sabaggalet dan Kepala Bappeda Mentawai, Naslindo Sirait serta sejumlah pimpinan OPD lain.

Yudas, dalam diskusi itu mengatakan, KEK merupakan program dari pusat, untuk Sumatera Barat ini ada tiga program yang dilaksanakan, yaitu merehap Kawasan Seribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, KEK di Kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan dan KEK di Mentawai.

"Sebagai penunjang KEK ini, kita membangun jalan Trans Mentawai sepanjang 339 kilometer, kalau dari APBD kita sendiri, tidak akan sanggup, makanya dengan adanya KEK ini, APBN bisa membantu membangun jalan Trans Mentawai untuk membuka akses-akses ke seluruh Mentawai," katanya.

Untuk memudahkan akses, maka akan dibangun pelabuhan yang saling terhubung, diantaranya di Sipora dengan Sumatera Barat dan Pagai Selatan dengan Bengkulu.

"Selain itu kita juga akan membangun pelabuhan yang menghubungkan antara pulau-pulau yang ada di daerah kita, dengan adanya jalan Trans Mentawai tidak jauh lagi kita berlayar, kemudian akan membangun tiga bandara di Sikakap ada bandar udara yang dibangun oleh PT. MPL, di Sipora Bandara Rokot dan di Siberut ada bandara di daerah KEK dengan adanya fasilitasi ini akan menunjang akses di seluruh Mentawai dan daerah lain," paparnya.

Kemudian tiga program besar juga akan dikembangkan di Sikakap, akan dibangun kawasan perikanan, nanti hasil bisa langsung diterbangkan ke luar negeri dengan harga yang lebih tinggi, di Sipora akan dikembangkan pembangunan infrastruktur dan di Siberut wisata salah satunya adalah KEK.

"Nah untuk kawasan KEK sendiri itu akan dibangun di Desa Pasakiat Taileleu, kampung-kampung tradisional kita tidak akan kita ganggu, nanti kita ingin dari kawasan KEK ini para wisatawan akan berkunjung ke daerah lain yang ditetapkan oleh desa wisata seperti Madobag, Muntei dan daerah lainnya sehingga itu juga menguntungkan masyarakat, masyarakat harus memanfaatkan kondisi itu," ujarnya.

Baca juga:Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Mentawai Demo Tolak KEK

KEK Masuk, Masyarakat Mentawai Harus Diberdayakan

Pro Kontra Penyerahan Lahan KEK Rawan Picu Konflik

  • Pin it
Komentar