DKP Mentawai Bangun Tempat Lelang Ikan Mini di Siberut Tengah

11-05-2018 09:04 WIB | Ekonomi | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson Merari
DKP Mentawai Bangun Tempat Lelang Ikan Mini di Siberut Tengah

Pekerja sedang mempersiapkan rangka besi pembangunan TPI mini Saibi Samukop. (Foto : MentawaiKita.com /Rinto)

SAIBISAMUKOP - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Mentawai membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) mini di Dusun Simabolak, Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah.

Berdasarkan kontrak kerja antara DKP Mentawai dengan rekanan dari CV. Cipta Usaha Mandiri, dana pembangunan TPI tersebut menelan biaya Rp199.440.000 dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Mentawai 2018. TPI yang dibangun tersebut berukuran 5 x 10,5 meter berkontruksi beton dengan lama pekerjaan 100 hari kalender.

Pelaksana pekerjaan TPI Mini dari CV. Cipta Usaha Mandiri, Surkino Sanenek mengatakan, pekerjaan penggalian tanah untuk pengecoran tapak pondasi yang berkerangka besi sudah dimulai Senin (7/5).

"Sekarang pekerjaannya masih berjalan lancar," katanya saat ditemui MentawaiKita.com di lokasi pekerjaan, Rabu (9/5).

Bahan material bangunan, lanjut Surkino sudah tersedia di lokasi kerja berupa pasir, kerikil, kayu, semen dan besi.

"Kalau kondisi tanahnya memang sedikit lunak namun ini tidak berpengaruh karena tapak bawahnya digali dan pakai tulang besi, jadi tapaknya cukup tinggi berkisar 80 cm naik ke atas dan memang kalau pasang besar masuk di lokasi bangunan gangguan geografis ini masih bisa di tangani karna sekali lagi tapaknya kita buat tinggi," jelas Surkino.

Menurut Surkino, jika tak ada kendala cuaca atau yang lainnya pekerjaan bisa rampung sesuai tenggat waktu.

"Selagi tak ada kendala pekerjaannya pasti berjalan cepat karena kita sukseskan dulu TPI ini dan jika berjalan mulus penambahan bangunan lainnya akan ada tahun depan seperti dermaga mini nelayan,"ujarnya.

Pembangunan TPI mini ini disambut baik oleh nelayan di Saibi Samukop, Juasno Salakkau (36), salah seorang nelayan di Saibi mengatakan pembangunan fasilitas tersebut sangat mendukung peningkatan ekonomi nelayan.

Sebab selama ini, kata Juasno hasil tangkapan yang didapat dijual dengan cara menjajakannya ke rumah-rumah warga seharga Rp20 ribu per ikat.

"Itupun tergantung warga yang membeli, kadang habis dan kadang tidak, kalau TPI ini kita langsung jual ikan kita di situ dan warga sudah tahu dan datang di TPI beli ikan," ujarnya.

Juasno menyebutkan saat ini sudah ada yang menampung ikan di Saibi Samukop meski harga yang belum memadai namun menurutnya jika TPI mini selesai harus ada manajemen pengelolaannya agar TPI memiliki manfaat peningkatan ekonomi nelayan.

"Pengelola yang kita maksudkan itu agar apa yang kami butuhkan nelayan seperti polipom dan es batu tersedia di TPI," kata Juasno.

Ia berharap pekerjaan pembangunan tidak terkendala, "kalau selesai tentu pasti digunakan, tapi kalau tak selesai ini makin menyulitkan kita sebagai nelayan, jadi diharapkan cepat selesai dan di gunakan," ucapnya.

  • Pin it
Komentar