Deki yang Tangguh Tetap Ikut USBN Meski Didera Penyakit Aneh

09-05-2018 09:32 WIB | Pendidikan | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson Merari Saleleubaja
Deki yang Tangguh Tetap Ikut USBN Meski Didera Penyakit Aneh

Deki Sagaragara (tengah) mengikuti USBN. (Foto : MentawaiKita.com/Rinto)

SAIBISAMUKOP-Deki Sagaragara, siswa SDN 01 Saibi Samukop, Kecamaran Siberut Tengah Kepulauan Mentawai hanya sendiri saat mengisi lembar jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang dilaksanakan di SDN 01 Saibi Samukop, Kamis (3/5). Tak ada siswa lain, ia hanya didampingi sang ibu, Tarida Sagitcik (39) dan seorang pengawas ujian, Sending Sabolak.

Biasanya pada USBN dalam satu lokal diisi 10 orang murid namun lokal yang ditempati oleh Deki Sagaragara (16), murid SDN 01 Saibi Samukop hanya diisi oleh dirinya sendiri.

"Peserta Deki kita pisahkan ujian di satu ruangan yang ditemani ibunya dan kita juga pengawas mendampingi karena dirinya punya penyakit dan kurang stabil agar tenang menyelesaikan ujiannya namun kita tidak paksakan," kata pengawas ujian dari Unit Pelaksanan Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Siberut Tengah, Sending Sabolak.

Ekspresi Deki dalam mengisi lembar jawaban terlihat begitu tenang dan tak terpengaruh siapapun yang berada di sampingnya. Jika dilihat dari segi fisiknya tidak terlihat seperti orang sakit hanya tatapan matanya yang terlihat sayu.

"Waktu ujian hari ini, paginya sepertinya tak peduli bahwa hari ini dia ujian, hanya saya sebagai ibunya yang mengingatkan dan suruh Deki mandi baru saya antar ke sekolah untuk ujian," kata Tarida Sagitcik.

Ia menyebutkan penyakit yang diderita Deki berupa kejang-kejang seperti kesurupan. Penyakit itu telah menjangkitinya sejak Deki duduk di bangku sekolah TK B sampai sekarang.

"Awalnya penyakit ini datang mendadak, kita tidak terlalu tahu dasarnya dari mana, kalau informasi dari tabib atau dukun, ada sesuatu atau seseorang dalam diri anak saya ini, kalau sedang normal seperti biasa dia ngerti apa yang kita bilang seperti manusia normal," jelas Tarida.

Tarida mengatakan, kejang-kejang Deki ini sering muncul ketika ada orang yang meninggal, dalam satu hari bisa empat kali kejang-kejang atau kayak kesurupan.

"Kalau di hari biasa kadang muncul kadang tidak tapi kasihannya ketika penyakitnya ini datang saat lagi bermain seluruh badannya luka-luka akibat benturan saat kejang-kejang ini, di sekolahnya pernah juga muncul penyakitnya dan diantar guru-guru di rumah," ujarnya.

Soal penanganan, kata Tarida, mereka sudah pernah berobat secara medis hingga dukun, mulai dari Saibi sampai ke Tuapeijat (ibu kota Kabupaten Mentawai) untuk melakukan terapi namun tak kunjung sembuh.

"Terakhir ini pengobatan tabib atau dukun, diajurkan Deki mandi dengan air garam itu yang kami pakai tapi terkadang muncul juga," keluhnya.

Ia mengatakan, jika Deki tidak mengalami gangguan kesehatan, Deki sudah tamat SMP tahun ini, namun akibat penyakit yang tak kunjung sembuh sejak duduk di bangku SD sudah tiga kali sempat berhenti sekolah.

"Yang meminta Deki berhenti sekolah itu karena kita karena penyakitnya namun setelah badannya dirasa sehat sedikit dia minta lagi harus sekolah dan kita sebagai orang tua beri pemahaman tapi dia tidak mau dan terus minta sekolah lagi dan sampai sekarang beginilah keadaannya," ujarnya.

Kepala SDN 01 Saibi Samukop, Sion Sakeru membenarkan seorang muridnya bernama Deki memang mengalami penyakit seperti kejang-kejang dan pernah terjadi di sekolah pada saat jam pelajaran.

"Makanya saat ujian ini kita pisahkan Deki dalam satu ruangan yang ditemani orang tuanya biar tenang ujian, karena kalau murid atau para peserta ini sakit itu tanggung jawab kita bagaimana bisa ikut ujian," katanya.

Dari pengalaman Sion, jika Deki tidak mengalami gangguan penyakit, ia dapat mengikuti pelajaran dengan baik.

"Kalau penyakit itu tidak muncul Deki bisa belajar dengan baik dan bahkan kalau ada soal pembelajaran di sekolah dia bisa jawab dengan hasil yang bagus sekali, hanya penyakit saja ini yang mengganggu dan mudah-mudahan ujiannya bisa diikuti sampai selesai," ujarnya.

Namun Deki yang coba diajak bincang-bincang oleh MentawaiKita.com hanya diam sambil menunduk, ia tak mau menanggapi saat ditanya cita-cita yang dimilikinya.

  • Pin it
Komentar