Perubahan Dapil Siberut Akan Sulitkan Parpol di Mentawai

13-04-2018 10:15 WIB | Politik | Reporter: Patrisius Sanene | Editor: ocha
Perubahan Dapil Siberut Akan Sulitkan Parpol di Mentawai

Rakor penataan dapil dan alokasi kursi untuk Pemilu 2019 di Mentawai beberapa waktu lalu. (Foto: Patris)

TUAPEIJAT--Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Mentawai, Parmenarson Sabolak menanggapi keputusan KPU RI tersebut sebagai kemunduran.

"Bukan persoalan untung atau rugi, kalau saya melihat ini ada yang tidak benar, ini kepentingan siapa," kata Parmenarson kepada Mentwaikita.com, Kamis (11/4).

Justru menurutnya mengingat luasnya Siberut, mestinya jumlah dapil ditambah. "Dua dapil saja kalau kita melihat pengambilan aspirasi masyarakat saja masih sangat sulit dan tidak sampai saat ini belum lagi dengan kondisi geografis kita," katanya.

Karena itu ia menilai KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak konsisten karena usulan partai politik tidak diakomodir. "KPU Mentawai tidak konsisten, apa gunanya kita diundang kalau usulan kita tidak diakomodir, pengurangan dapil ini justru kemunduran, yang mestinya penambahan kursi bukan pengurangan dapil," kata Parmenarson.

KPUD Mentawai juga dinilai tidak bersinergi dengan Disdukcapil. "Kalau kita lihat datanya di kecamatan, jumlah penduduk Mentawai semakin bertambah tahun ke tahun, mestinya ada kemajuan bukan kemunduran, kalau bisa upaya hukum kita akan tempuh bahwa Golkar menginginkan Siberut tetap dua dapil," katanya.

Pendapat sama disampaikan anggota DPRD Mentawai dari dapil Siberut, Bruno Guimek Sagalak. "Jelas ini menyulitkan bagi kita di Mentawai, apalagi menginput aspirasi masyarakat aksesnya terkendala geografis," katanya.

Bruno berpendapat secara pribadi bahwa Siberut dijadikan satu dapil sangat merugikan Mentawai, menurutnya mestinya Mentawai dapilnya semakin diperluas.

"Wilayah kita semakin luas, pengambilan aspirasi masyarakat kita semakin sulit apalagi kondisi geografis Mentawai yang sangat sulit, kalau penataan dapil sebelumnya jangkauan kita lebih dekat, lebih gampang dalam rangka menginput aspirasi dari masyarakat," kata Bruno pada Rabu, 11 April.

Jika ada ruang untuk bisa merevisi penataan dapil Siberut dikembalikan pembagiannya menjadi dua dapil, Bruno akan berupaya menjadi yang terdepan untuk mengusulkan revisi karena pihaknya berpengalaman pada Pileg 2009, tidak semua daerah terjangkau saat melakukan penjemputan aspirasi rakyat.

"Kalau ada ruang saya yang paling terdepan ingin mengubah dapil Siberut tetap menjadi dua dapil tapi kalau tidak ada kita harus terima tapi pada intinya saya tidak setuju Siberut jadi satu dapil," kata Bruno.

Penyusutan dapil Siberut ini juga dinilai akan memberatkan parpol baru seperti Perindo, Partai Solidaritas Indonesia atau Partai Berkarya. Ketua DPD Partai Perindo Mentawai, Andre Satoko mengatakan sebagai partai baru yang telah lolos sebagai peserta pemilu mengaku tidak sepakat dengan penataan Siberut dijadikan satu dapil.

"Bagi Perindo tentu ini sangat menyulitkan di lapangan, harapan besar Perindo di Mentawai penataan dapil pada 2014-2019 dikembalikan lagi untuk diterapkan pada Pileg 2019," kata Andre pada Senin, 9 April lalu.

Berikut perolehan kursi parpol di Mentawai pada Pileg 2014-2019, untuk PDIP memperoleh 4 kursi, Golkar 4 kursi, Nasdem 3 kursi, PAN 2 kursi, Gerindra 2 kursi, PBB 1 kursi, Hanura 2 kursi dan Demokrat 2 kursi.

Sementara peluang perebutan kursi di Mentawai yang saat ini sudah menjadi 3 dapil yakni, dapil Siberut 9 kursi, dapil Sipora 5 kursi dan dapil Pagai dan Sikakap 6 kursi.

  • Pin it
Komentar