682 Keluarga Miskin di Siberut Tengah Mendapat Program Keluarga Harapan

12-04-2018 23:22 WIB | Ekonomi | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson Merari Saleleubaja
682 Keluarga Miskin di Siberut Tengah Mendapat Program Keluarga Harapan

Warga Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI pada Kamis, 12 April. (Foto : Rinto)

SAIBI SAMUKOP-Sebanyak 682 keluarga yang tergolong miskin di Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapat dana bantuan sebanyak Rp1.890.000 per tahun dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI pada tahun ini.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan nontunai dengan memberikan buku tabungan dan kartu ATM yang bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia kepada penerima yang dilakukan di Saibi pada Kamis (12/4/2018)

Pendamping Program Keluarga Harapan Siberut Tengah, Luci Gustina Sanenek menyebutkan, menurut data Kemensos RI penerima di Desa Saibi sebanyak 289 kk, Cimpungan sebanyak 85 kk dan Saliguma sebanyak 308 kk.

Pencairan dana bantuan tersebut, kata Luci dilakukan sebanyak empat tahap yakni tahap pertama Februari sebesar Rp500 ribu, kemudian tahap kedua pada Mei juga Rp500 ribu, ketiga pada Agustus Rp500 ribu dan terakhir pada November Rp390 ribu.

"Penerimaannya baru satu tahap kalau yang lama yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima PKH diterima tahun ini langsung tiga tahap senilai Rp1.390.000," kata Luci usai membagikan PKH di balai Kantor Desa Saibi Samukop kepada MentawaiKita.com, Kamis (12/4/2018).

Syarat Penerima bantuan PKH harus memiliki kartu keluarga dan kartu tanda penduduk.

Baca Juga :Penerima PKH di Pagai Utara Sellatan Bertambah Menjadi 1.292

Luci Gustina menyebutkan, setelah pembagian di Desa Saibi Samukop akan dilanjutkan di Desa Cimpungan dan terakhir di Saliguma. Pendamping PKH Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Mentawai, Marcelinus Jumiranto mengatakan, pada 2016 pemberian PKH langsung tunai, namun tahun ini pemberiannya melalui buku tabungan dan ATM.

Bantuan itu kemudian dicairkan langsung di BRI oleh penerima. "Pemberian PKH melalui buku tabungan dan ATM ini agar sipenerima bisa menabung langsung dan pencairannya bisa di Siberut Selatan melalui ATM," ujarnya.

Jumiranto menyebutkan, setiap tahun penerima PKH selalu bertambah, seperti pada tahun 2016 penerima PKH Siberut Tengah hanya 93 kepala keluarga dan tahun ini bertambah lagi.

"Penambahan itu data dari kementrian langsung dan untuk menentukan warga miskin kementrian bekerja sama dengan BPS daerah, jadi kalau ada data warga sipenerima berstatus yang mampu itu dicoret namanya dan tidak bisa dialihkan ke yang lain karena PKH ini diutamakan keluarga kategori miskin untuk dapat terlayaninya yang utama soal kesehatan dan pendidikan keluarga," ujarnya.

  • Pin it
Komentar