Yose Rizal Anwar: Punya Mimpi Sikakap Jadi Sentra Ekspor Ikan

02-04-2018 11:11 WIB | Sosok | Reporter: Supri Lindra | Editor: Zulfikar Efendi
Yose Rizal Anwar: Punya Mimpi Sikakap Jadi Sentra Ekspor Ikan

Kepala SKPT Mentawai, Yose Rizal Anwar (Foto: Arsip Pribadi)

SIKAKAP- Hal inilah yang menjadi tanggung jawab yang diemban Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berkantor di Kecamatan Sikakap sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 51/Kep Men-KP-2016 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau kecil dan perbatasan. Dari 20 wilayah di Indonesia, Mentawai masuk di dalam program SKPT tahun 2016-2019.

Sebagai Kepala Sekretariat SKPT Mentawai yang diangkat pada 2016, Yose Rizal Anwar memaparkan setidaknya ada tiga tahapan program yang dijalankan mulai 2016 hingga 2019. Tahun pertama sebagai tahap perancangan program. Program yang dirancang SKPT disesuaikan dengan usulan dan kebutuhan nelayan.

Kemudian tahun kedua mulai pembangunan fasilitas fisik, kemudian pada 2018 sebagai fase pelaksanaan kegiatan dan tahun depan, SKPT sudah mandiri. Mandiri yang dimaksud pria kelahiran Lubuk Basung, Sumatera Barat 13 Maret 1977 adalah kelompok binaan SKPT sudah bisa mengelola dan menjual hasil hasil tangkapannya sendiri serta memperoleh pendapatan tetap di sektor perikanan.

Yose mengatakan, pelaksanaan kegiatan SKPT disesuai dengan program besar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk membangun perekonomian masyarakat. Program itu berupa pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Siberut kemudian Pulau Sipora akan dijadikan kawasan perdagangan dan pembangunan, sementara Pulau Pagai Utara Selatan (PUS) dijadikan sentra kelautan dan perikanan.

Menurut Yose, pertimbangannya Desa Sikakap dijadikan SKPT karena di daerah ini telah memulai kegiatan budi daya ikan kerapu yang dibeli langsung oleh pengusaha dari Hongkong. Tetapi kegiatan ini terhenti karena sesuai peraturan KKP RI tidak memperbolehkan pengusaha Hongkong masuk ke Desa Sikakap untuk membeli ikan kerapu nelayan pada keramba jaring apung.

Selain itu, Desa Sikakap telah memiliki Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap, Balai Benih Ikan Pantaiv (BBIP) sudah ada.

Yose memaparkan sebagai tindaklanjut kegiatan SKPT, direncanakan akan ada pembangunan bandar udara di KM 12 Kecamatan Pagai Selatan. Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit telah meninjau lokasi tersebut.

KKP RI memberikan perhatian besar dalam pengembangan ekonomi masyarakat terluar, terkecil dan perbatasan, langkah ini sebagai bentuk pelaksanaan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo yakni mengIndonesiakan masyarakat pulau terluar, terkecil dan perbatasan, jelas Yose.

Tahun ini, SKPT Sikakap akan memulai kegiatan pada Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap berupa Integrated Cold Storage (ICS) atau peningkatan fasilitas pendingin untuk pengawetan ikan dan pembangunan tempat pendaratan ikan.

"Tujuannya agar mutu ikan bagus dari nelayan langsung dibawa ke sana agar ikan tidak kena cahaya matahari, pembangunan Instalasi Pengelolaan limbah (IPAL), dan pembangunan talud pantai di sekitar Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap sepanjang lebih kurang 75 meter," kata Yose Rizal, Selasa, 13 Maret.

Selain ICS, kegiatan yang dilakukan pada tahun ini berupa pembangunan di BBIP yakni membuat mes staf BBIP dan pos jaga keamanan.

Yose menilai, kegiatan ini akan berjalan dengan baik jika tranportasi darat dan laut lancar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merancang beberapa kegiatan di Pagai Utara Selatan seperti pembangunan Trans Mentawai Laut dan Trans Mentawai Darat. Kedua program itu akan bersinergis untuk memajukan pembangunan di Mentawai.

"Kita menyadari potensi alam banyak tapi belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat Mentawai, agar pertumbuhan ekonomi masyarakat Mentawai meningkat, dengan cara memanfaatkan potensi laut yang cukup besar," ujar dia.

Yose Rizal Anwar menyebutkan, perairan Mentawai memiliki potensi ikan yang beragam yakni ikan tuna, cakalang, lobster, kerapu serta jenis ikan dan lainnya.

Program pemerintah pusat yang menitikberatkan pembangunan pada daerah-daerah titik terluar sebagai bagian dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Republik Indonesia dari pinggir.

Pulau-pulau terluar sebagai garda terdepan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu pemerintah akan memberikan perhatian khusus dalam memajukan daerah terluar sesuai dengan potensi terutama potensi laut.

"Ada tiga pulau terluar di Kepulauan Mentawai dari 111 pulau di Indonesia. Untuk itu mohon dukungan dan peran serta masyarakat dalam pembangunan potensi kelautan untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Yose.

Ia berharap ada dari Pemkab Mentawai sebab Mentawai memiliki potensi laut sangat banyak. Jika dikelola dengan baik akan meningkatkan ekonomi masyarakat dan ekonomi daerah. Ini menjadi kekuatan kemajuan masyarakat Mentawai nantinya.

"Kita amat berterima kasih atas segala bantuan yang mengalir ke Mentawai tahun ini, baik dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dukungan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Perum Perikanan Indonesia, pelatihan, pemberian kapal, serta kerjasama jual beli ikan tentu akan berdampak besar dalam kemajuan Mentawai," kata dia.

Yose punya mimpi Sikakap menjadi pusat ekspor ikan terbesar wilayah barat Indonesia. Untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu beberapa kegiatan sudah mulai dilaksanakan KKP seperti pemberian bantuan kapal ikan 5 GT sebanyak 15 unit, bantuan alat tangkap gilnet millenium 15 unit, coolbox kapasitas 1 ton 5 unit, mobil pick up pengangkut es 1 unit, jalan dan talud pelabuhan sepanjang 40 meter.

Kemudian ada juga bantuan untuk bidang perikanan budi daya penyimpanan dan infrastruktur di BBIP Sikakap serta bantuan peningkatan produksi budi daya. Selain itu, Pemprov Sumbar telah memberikan bantuan pembangunan rumah nelayan 8 unit, pembangunan pasar ikan, pabrik es kapasitas 15 ton 1 unit dan pembangunan jalan dan drainase.

  • Pin it
Komentar