Ingin Berdamai, Pengelola Aloita Layangkan Surat Minta Maaf ke DPRD Sumbar dan Mentawai

15-03-2018 17:48 WIB | Peristiwa | Editor: Rus Akbar
Ingin Berdamai, Pengelola Aloita Layangkan Surat Minta Maaf ke DPRD Sumbar dan...

Dari kiri kuasa hukum Aimzen dan Fabrizio memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Rus)

PADANG-Fabrizio Belliere, Branch Operational Manager Aloita Resort mengirimkan surat permintaan maaf kepada DPRD Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai tindak lanjut dari peristiwa pelarangan rombongan DPRD itu berlabuh di dermaga Aloita Resort.

Kuasa hukum Fabrizio, Aim Zen, mengatakan pihak Aloita Resort mengirim surat permintaan maaf ke DPRD Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Mentawai. "Ini adalah satu perwujudan bahwa dia betul-betul ikhlas minta maaf dan tidak mencari-cari masalah dan mereka ingin selesai sampai di sini dan kemudian dia juga sampaikan maafnya kepada Muspida provinsi dan juga kabupaten," kata Aim di hadapan wartawan, Kamis (15/3/2018).

Aim menambahkan, Aloita sebagai pelaku wisata memohon arahannya dan pihak Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai fasilitator. "Kami rasa teman-teman di pemerintahan paham dan mengerti juga permasalahan dan kita siap kapan saja berkonsultasi denan mereka semua," ujarnya.

Menurut Aim, insiden yang terjadi itu tidak ada pengusiran, pengusiran tidak pernah terucap dari kata-katanya. "Tapi kalau misalnya tidak diperbolehkan atau disarankan melewati pantai iya dan itu ada dalam klarifikasi," ujarnya.

Jika pihak tertentu melanjutkan ke ranah hukum, Aim rasa setiap warga memiliki hak untuk menuntut. "Tapi kalau saya rasa sebagai kuasa hukum Fabrizio sudah minta maaf, secara publik sebagai tuan rumah kita maafkanlah, dia sudah berjanji tidak akan mengulang lagi," katanya.

Sementara menanggapi informasi beredar bahwa pelarangan itu sudah sering terjadi, Fabrizio yang berasal dari Italia itu mengaku baru lima bulan bekerja, dia tidak tahu jika ada pelarangan sebelumnya.

Menurut Fabrizio, kejadian itu hari Minggu, 11 Maret 2018 sekitar tengah hari, ada sebuah kapal mencoba untuk merapat ke dermaga apung miliknya. "Pada saat itu kami sedang melakukan perbaikan dan melakukan renovasi dermaga kami. Resort kami juga dalam keadaan tutup (tidak beroperasi) karena kami melakukan renovasi," katanya.

Pada saat kapal yang ditumpangi oleh rombongan Ketua DPW Partai Nasdem Sumbar ingin merapat, kapal milik Resort Aloita sudah terlebih dahulu bersandar dan terikat di dermaga dan keadaan baru dicat dan masih basah. "Dalam keadaan seperti itu orang yang akan ke dermaga pasti harus berjalan melewati kapal kami yang dalam keadaan cat masih basah di bagian dalam lantainya. Kami meminta maaf dan mempersilahkan tamu-tamu tersebut untuk masuk melewati jalan pantai saja," ujarnya.

Kemudian Fabrizio bersama stafnya, Gertrind Wahur kembali mencoba meyakinkan tamu-tamu tersebut untuk melewati jalan pantai saja demi keselamatan mereka karena dermaga sedang direnovasi. Namun menurut Fabrizio saat itu sudah terjadi miskomunikasi dan mereka dianggap melakukan pelarangan. "Selanjut yang terjadi tamu-tamu kami marah-marah sebagaimana bisa dilihat di video yang beredar," jalasnya.

Fabrizio menambahkan seperti yang didengar dan dibuktikan di video tersebut komentarnya adalah "Selamat datang, maaf pak tolong tidak boleh lewat di dermaga karena bahaya dan masih dalam tahap renovasi, tolong lewat pantai, maaf bahaya," katanya.

Berdasarkan klarifikasi ini Fabrizio selaku perwakilan dari Aloita Resort sangat menyesalkan terjadinya kejadian tersebut. "Saya secara terbuka, jujur dan ikhlas memohon maaf kepada semua pihak atas kesalahpahaman dan miskomunikasi yang terjadi. Tidak ada sedikitpun niat kami dan maksud kami untuk melakukan pelarangan terhadap rombongan tersebut untuk ketempat kami. Kami berharap tidak perlu untuk diperpanjangan kemana-kemana," jelasnya.

Fabrizio menambahkan saat ini pihaknya hanya ingin berkonsentrasi pada usahanya dan dapat menyumbangkan hal-hal yang positif bagi masyarakat dan pemerintah Mentawai. Tidak beroperasinya Aloita Resort itu sejak 11 Januari 2018 karena renovasi. "Kalaupun nanti tamu-tamu itu singgah tidak ada makanan di sana karena kami sedang tutup," katanya.

  • Pin it
Komentar