Rahmi Aplina, Hidupi Keluarga dengan Jualan Sayur

13-03-2018 09:31 WIB | Ekonomi | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson Merari Saleleubaja
Rahmi Aplina, Hidupi Keluarga dengan Jualan Sayur

Rahmi Aplina, warga Dusun Simoilalak, Desa Saibi berjualan sayur. (Foto : Rinto)

SAIBI SAMUKOP-Memanfaatkan lahan tidur untuk bertanam berbagai macam sayuran sudah menjadi rutinitas Rahmi Aplina(34), seorang ibu rumah tangga asal Dusun Simoilalak, Desa Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Hasil Tanaman kebun sayur Rahmi Aplina yang biasa dipanggil Mama Memi ini dijual di pusat kecamatan setiap harinya.

Rutinitas Rahmi Aplina menjual sayuran dimulai pagi sekira pukul 08.00 WIB. Rahmi Aplina meluncur dari Simoilalak dengan sepeda motor supranya membaya sayuran kacang panjang yang telah diikat sekira puluhan ikat serta keranjang kecil berisi sayur terung diletakkan di belakang motor melewati jalan rabat beton sampai di pusat kecamatan sekira setengah jam perjalanan.

Sampai di pusat kecamatan Rahmi menjajakan sayurannya dengan singah di rumah dinas bahkan di instansi perkantoran. Tak beberapa lama motor dihentikannya di depan rumah dinas kecamatan sembari mengambil seikat kacang panjang.

"Sudah ada yang pesan ini sayurnya dan kita langsung antar dan kalau mau beli ditunggu sebentar iya Pak," katanya kepada MentawaiKita.com yang baru saja sampai di pusat kecamatan, Sabtu (10/3/2018).

Rahmi menyebutkan harga sayuran yang dijualnya seperti kacang panjang dan terung Rp5 ribu per ikat dan cabai Rp5 ribu per ons. "Harganya murah dan praktis kan, kalau ada yang pesan kita antar langsung selain sayur jika ada yang pesan pisang iya kita bawakan juga," ujarnya.

Menjadi penjual sayuran sudah setahun digeluti Rahmi, sebelum menjual sayuran sejak 2015 bersama sang suami Joni Sauddeinuk(36) membuka kebun tak jauh dari rumahnya seluas 1 hektar yang ditanami segala jenis sayuran sehingga hasilnya baru bisa dijual pada tahun yang lalu.

Sehari Rahmi Aplina dua kali bolak balik dari Simoilalak ke Saibi Samukop untuk berjualan sayur. "Saya bolak balik itu ketika habis sayur dan ada yang pesan lagi saya balik lagi menjemputnya dan pulang sore harinya dan paginya datang lagi jual sayuran," ujarnya.

Menurut Rahmi, penghasilan bersih yang didapat dari penjualan sayur sehari sebanyak Rp150 ribu sehingga dalam seminggu mendapat Rp1 juta. Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan juga kebutuhan sekolah kedua anaknya yang duduk di SMPN 1 Siberut Tengah.

"Sejak saya menjual sayuran hasil kebun, ekonomi kami lumayanlah terbantu meski masih untuk kebutuhan keluarga, dan selain itu disisakan sedikit untuk beli bibit kembali yang rencananya untuk memperluas kebun lagi," ujarnya.

Namun setiap hari menjual sayuran di pusat kecamatan, Rahmi Aplina terpaksa meninggalkan anaknya yang masih bayi berumur 8 bulan. "Memang ada juga yang menjaga bapaknya tapi seharusnya anak seusia itu belum dapat kita tinggalkan tapi karena hidup ini yang menuntut kita iya mesti harus dilakukan," kata.

  • Pin it
Komentar