Dilarang Masuk Aloita Resort, Rombongan DPRD Sumbar dan Mentawai Meradang

12-03-2018 10:25 WIB | Peristiwa | Reporter: Rus Akbar | Editor: Zulfikar
Dilarang Masuk Aloita Resort, Rombongan DPRD Sumbar dan Mentawai Meradang

Bule melarang rombongan anggota DPRD Sumatera Barat dan DPRD Mentawai dari Partai Nasdem masuk kawasan Aloita Resort di Pulau Makakang (Foto: IST)

TUAPEIJAT - Rombongan anggota DPRD Sumatera Barat dan DPRD Mentawai dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dilarang mendarat di kawasan Aloita Resort di Pulau Makakang, Kecamatan Sipora Utara, Mentawai, Minggu (11/3), pukul 09.00 WIB. Rombongan bermaksud berwisata ke daerah itu selama dua jam, namun kapal mereka dilarang merapat ke dermaga milik resort.

Video aksi pelarangan rombongan yang dipimpin Ketua DPW Nasdem Sumbar, Malkan Amin inipun menjadi viral di media sosial. Bagaimana kejadian sebenarnya?

Menurut Wakil Ketua DPRD Mentawai dari Partai Nasdem, Nikanor Saguruk yang ikut rombongan, mereka pergi Pulau Makakang tersebut usai Partai Nasdem mengadakan rapat sejak Jumat hingga Sabtu. "Jadi pada hari Minggu sambil menunggu kapal Mentawai Fast untuk berangkat ke Padang, rombongan ingin berwisata dulu," katanya pada Mentawaikita.com melalui telepon, Senin (12/3/2018).

Namun menjelang Kapal Mego milik Pemda Mentawai yang membawa rombongan merapat ke dermaga, mereka dihadang oleh seorang bule dari atas boat yang sedang sandar dan menyatakan kapal itu tidak boleh bersandar. Nikanor tidak tahu identitas bule tersebut. Setelah terjadi perdebatan antara rombongan dengan bule tersebut, Nikanor lalu turun dari kapal dan pergi menemui manajer resort.

"Lalu saya ketemu sama manajer dan menjelaskan maksud kedatangan rombongan berjumlah 11 orang dan saya sebagai jaminannya, rencana dua jam mereka jalan-jalan di pulau tersebut, kalau mereka haus mereka akan beli kelapa, kalau ada makanan akan mereka bayar ke resort tersebut, saya yang bertanggungjawab kalau ada kerusakan, tapi pihak manajer tidak membolehkan," katanya.

Karena tetap tidak dibolehkan, rombongan DPRD lalu pergi dari sana. Menurut Nikanor, ini bukan kejadian pertama, dua hari yang lalu tamu Bappeda Mentawai juga diusir. "Saya akan sampaikan kepada Desti (Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai) tentang persoalan ini dan akan melakukan koordinasi degan pihak Polres untuk memeriksa dokumen turis asing itu," tegasnya.

Video berdurasi 3 menit 14 detik memperlihatkan perdebatan sengit antara Ketua DPW Nasdem Sumbar dengan seorang turis asing bersama teman perempuannya di atas dua kapal.

Sementara itu, Linda Mohammed yang juga ikut dalam rombongan mengatakan alasan rombongannya tidak boleh mendarat oleh pihak resort karena sedang ada renovasi sehingga pihak resort khawatir pengunjung bisa tertusuk paku.

Berikut perdebatan yang terjadi sesuai video;

Malkan Amin : Anda tidak suka saya tidak peduli, saya tidak peduli yang pasti ini negara-negara saya, yang pasti ini tanah-tanah saya. Anda datang ke sini menyewa mungkin membayar fee, tapi anda harus hormati apa yang anda (videoterputus)..saya

Bule: Saya hormat sekali, berapa kali dibilang ada bukti juga saya bilang selamat datang...(putus)

Terjadi perdebatan tidak jelas kalimatnya.

Malkan Amin: Ini anggota DPRD Provinsi yang turun itu Wakil Ketua DPRD di sini (Nikanor Saguruk)

Bule: Saya tidak ada masalah orang, saya bilang satu kali lagi

Malkan Amin: Anda akan berurusan nanti.

Suara tidak dikenal: Kami akan bawa DPRD Provinsi ke sini

Bule: Saya takut saja.......(rekaman tidak jelas)

Risnaldi Ibrahim: Sekarang berkelakukan baik, sok-sok baik, sekarang sok-sok baik kau.

Malkan Amin: Kalau anda tidak lama di sini saya yang akan pindah ke negara anda kalau anda bisa lama di sini

Suara tidak dikenal: Ini tanah-tanah kami, mustinya anda baik pak, selamat datang (tidak jelas) kalau mau turun silahkan, hati-hati pak itu yang bagus

Bule: Sekarang mereka kerja banyak paku takutnya kami terinjak paku

Risnaldi Ibrahim: sekarang kita coba anda yang kuat atau kami yang kuat, kita yang akan coba, kita akan buktikan anda sudah keterlaluan ini, kalian sembaran siapa, siapa masyarakat kami karena anda buat disini.

Malkan Amin: meskinya you bilang sama suami you, harus kita baik-baik dengan masyarakat disini (pertanyaan itu diberikan kepada teman bule seorang perempuan memakai baju warna putih) bukan istrinya?

Bule: Siapa bilang istri, kalau cari permasalahan saya diam

Malkan Amin: Bukan masalah saya persoalkan bahwa anda menguasai tanah ini membatasi orang untuk masuk.

Bule: Tapi pak, maaf satu kali lagi mungkin kalau ada masalah..(perdebatan suara banyak). Saya melapor.

Malkan Amin: Inilah bule-bule ini yang datang menguasai tanah kita

  • Pin it
Komentar