Tukang Ancam Palang RKB SDN 21 Makalo

01-03-2018 10:40 WIB | Pendidikan | Reporter: Leo Marsen | Editor: Gerson Merari Saleleubaja
Tukang Ancam Palang RKB SDN 21 Makalo

Ruang Kelas Baru SDN 21 Makalo yang telah sempat dipalang pada Januari 2018 karena persoalan utang upah kini terancam dipalang kembali setelah sempat palangnya dibuka. (Foto: Leo)

BERKAT BARU-Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 2 lokal milik SDN 21 Makalo yang berlokasi di Berkat Baru, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dibangun pada 2017 terancam disegel kembali oleh tukang jika upah kerja mereka tidak dibayarkan.

Sebelumnya RKB yang dibangun dengan APBD Mentawai 2017 senilai Rp280 juta itu telah dipalang pada Januari 2018, tetapi tak berapa kemudian palang tersebut dibuka karena pernah ada harapan upah tukang yang belum dibayarkan oleh CV.Yansa Mandiri sebagai kontraktor pekerjaan berjanji membayar.

Akibat persoalan itu, serah terima bangunan dengan kepala SDN 21 Makalo urung dilakukan sampai sekarang.

Agus Lase (38), salah satu pekerja mengatakan, sejak akhir Desember 2017 hingga Januari dua RKB tersebut sempat mereka palang dengan memakukan dua lembar papan yang dipasang menyilang di pintu masuk bangunan.

Perbuatan itu mereka lakukan sebab upah kerja mereka membangun gedung tidak dibayar kontraktor. Menurut perjanjian kerja antara Agus Lase cs dengan CV.Yansa Mandiri, upah borongan yang mereka terima sebanyak Rp27 juta dengan syarat tukang membangun gedung senilai 60 persen dari bobot seluruh pekerjaan tersebut.

Pekerjaan yang diberikan berupa pemasangan plafon dan pengecetan. Namun setelah pekerjaan itu selesai, upah yang dibayar kontraktor pada Desember baru Rp18,5 juta.

"Kontraktor masih berutang sekira Rp8,5 juta," kata Agus Lase kepada MentawaiKita.com, Selasa (27/2/2018)

Agus mengatakan, pekerjaan sudah selesai dan mereka berharap dengan memalang sekolah tersebut dengan tulisan "bayar dulu uang kami baru buka" gaji mereka dibayarkan. Persoalan ini katanya sudah disampaikan kepada konsultan perencanaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Mentawai pada pertengahan Januari yang lalu.

"Mereka datang mengecek lokasi, karena kami diberi harapan akan dibayarkan sebagai jaminannya bahwa masih ada 5 persen dana lagi uang kontraktor untuk jaminan perawatan bangunan RKB tersebut, adanya informasi itu, maka kami buka pintu sekolah ternyata hingga saat ini belum ada jawaban ataupun lanjutan pekerjaan perawatan bangunan," ujarnya.

Ia menyebutkan nomor kontak telepon seluler kontraktor yang berusaha dihubunginya tidak aktif lagi termasuk dengan konsultan PPTK Disdikbud Mentawai.

Pembayaran upah yang tidak jelas menyebabkan Agus Lase mengancam akan memalang bangunan itu kembali jika sampai Maret upah belum dilunasi.

"Hal ini kami sangat kecewa dan tidak dihargai, tetapi kesabaran kami ada batasnya jika Maret tidak ada jawaban terpaksa kami plang lagi dan paku pintu RKB tersebut," ujarnya.

Kepala SDN 21 Makalo Emjun frida membenarkan bahwa 2 RKB sekolah pernah dipalang tukang namun dibuka kembali setelah ada negoisasi antara tukang dan PPTK Disdikbud Mentawai. "Tetapi jika juga belum dibayar terancam juga pihak tukang palang lagi, hal ini pihak sekolah tidak ada urusan tentang upah tukang, dan juga sampai saat ini kontraktor belum ada serah terima kepada pihak sekolah, saya tidak pakai RKB tersebut untuk belajar siswa sebelum ada serah terima ke sekolah," katanya.(g)

  • Pin it
Komentar