Sekolah Uma di Tinambu Dapat Gedung Baru

22-02-2018 10:29 WIB | Pendidikan | Reporter: Hendrikus Bentar Samonganuot | Editor: ocha
Sekolah Uma di Tinambu Dapat Gedung Baru

Gedung sekolah permanen untuk Sekolah Uma Tinambu di hulu Sungai Silaoinan, Dusun Tinambu, Desa Saliguma, Siberut Tengah. Selama ini, siswa belajar menumpang di gereja dan balai dusun. (Foto: Hendrikus Bentar Samonganuot)

TINAMBU-Siswa sekolah uma di Dusun Tinambu Desa Saliguma Kecamatan Siberut Tengah Kepulauan Mentawai mendapatkan gedung baru permanen untuk belajar. Selama ini, mereka menumpang belajar di gereja dan balai dusun.

Warga yang bermukim di pedalaman Sungai Silaoinan itu gembira dan antusias mendapatkan gedung permanen yang mentereng, apalagi para siswa, mereka tak sabar menunggu waktu bisa menggunakan gedung baru tersebut.

Kepala sekolah SDN 16 Saliguma, Laurensius Saroro, mengatakan gedung sekolah baru tersbeut memiliki tiga lokal namun belum dilengkapi mebeler dan toilet. "Serah terima belum dilakukan namun rencananya dipakai Maret," katanya.

"Saat ini para siswa masih tetap belajar di sekolah lama yakni balai dusun dan di gereja, jika para siswa sudah pindah di sekolah baru, untuk sementara mereka akan menggunakan mebeler lama yang dipakai di sekolah lamanya karena kalau menunggu mebeler dari Dinas Pendidikan itu masih lama," katanya.

Saat ini sekolah uma Tinambu terdiri dari kelas 1-5 sedangkan kelas 6 menyambung ke sekolah di Saliguma. Jumlah siswanya ada 20 orang dan dua guru pengajar. Sekolah ini didirikan Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) agar anak-anak di pedalaman mendapat akses pendidikan. Saat ini, sekolah uma bekerjasama dengan SDN 16 Saliguma.

Salah seorang warga Tinambu, Gotik Salabok juga sangat senang dengan adanya bangunan sekolah baru di kampung agar anak anak mereka sekolah nyaman seperti daerah lain di Mentawai.

Menurutnya Sekolah Uma Tinambu itu adalah sekolah yang tertinggal dan sulit dijangkau baik itu sekolah induk maupun daerah lain yang hendak melihat sekolah mereka, karena ke Tinambu hanya bisa dengan dua akses, jalan setapak, dan jalur sungai dengan menggunakan pompong yang membutuhkan waktu hingga 6 jam.

  • Pin it
Komentar