Pendidikan, Kunci Menuju Kemajuan Mentawai

16-02-2018 14:44 WIB | Opini | Reporter: Firmatus Hia | Editor: Zulfikar
Pendidikan, Kunci Menuju Kemajuan Mentawai

Ilustrasi belajar (Foto: IST/mentawaikita.com)

Hampir 20 tahun berdikari, Mentawai sudah mengalami beberapa perkembangan yang berarti. Awalnya, Mentawai masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Padang Pariaman, artinya belum menjadi sebuah kabupaten tersendiri. Setelah BJ Habibie (Presiden di masa itu) mengesahkan Undang-Undang No. 49/1999 tentang Pembentukan Kabupaten Kepulauan Mentawai, akhirnya Mentawai menjadi kabupaten tersendiri (terpisah dengan Padang Pariaman). Dengan dikeluarkannya undang-undang tersebut Mentawai bertransisi menjadi daerah otonom.

Pertanyaannya, apakah Mentawai mampu membangun daerahnya sendiri? Atau saat ini, apakah pembangunan Mentawai sudah sesuai harapan masyarakatnya?

Tentu sangat sukar untuk menjawab secara tegas. Akan banyak pandangan yang mengungkap jawaban dari pertanyaan di atas. Kita hanya akan mendapat jawaban yang abstrak sesuai dengan kaca mata masing-masing.

Salah satu yang dapat menjadi tolak ukur dalam meraba perkembangan kemajuan di Mentawai adalah pendidikan. Untuk menunjang perkembangan pendidikan tentunya harus ada fasilitas yang memadai. Mentawai telah memiliki 117 sarana pendidikan di tingkat sekolah dasar yang tersebar hampir di setiap dusun yang ada. Setiap kecamatan telah memiliki sekolah di tingkat pertama sebanyak 28 sekolah. Sebanyak 16 sekolah di tingkat menengah atas juga telah dibangun di tiap-tiap kecamatan (Kemdikbud.go.id). Hal ini patut disyukuri dan diberikan apresiasi mengingat dulunya hanya terdapat beberapa sarana pendidikan yang ada di Mentawai.

Pentingnya Pendidikan

Memang hampir di setiap dusun telah terdapat sekolah dasar, namun pada tingkat SMP dan SMA rata-rata hanya terdapat di pusat kecamatan. Artinya, anak-anak Mentawai yang berdomisili jauh dari pusat kecamatan harus menempuh perjalanan panjang terlebih dahulu. Sampai di pusat kecamatan, mereka harus memikirkan tempat tinggal mereka, dan akhirnya banyak yang memilih tinggal di penginapan berbayar (kost). Setelah itu, mereka juga harus memikirkan biaya hidup dan makan mereka di perantauan tersebut. Semua anak Mentawai akan mengalami kasus ini. Tentulah penyebabnya adalah sarana dan fasilitas pendidikan di Mentawai yang belum tersebar rata.Ditambah lagi manakala orang tua mereka memiliki penghasilan tidak tetap atau di bawah rata-rata.

Selain minimnya sarana pendidikan dan keterbatasan finansial masyarakat Mentawai, faktor lain yang juga perlu direkonstruksi oleh pemerintah adalah persekolahan (belajar mengajar). Pemerintah juga tetap memperhatikan tenaga pendidik dan kualitasnya. Minimnya tenaga pendidik di Mentawai mengakibatkan tersendatnya proses belajar mengajar. Walaupun terdapat program guru kontrak pada saat ini, belum menjamin penuh terselenggaranya pendidikan formal yang berkualitas dan efisien. Karena pendidkan bukan hanya untuk memajukan manusia secara akademik namun juga secara moral. Wacana yang harus diikuti dengan realisasi perubahan orientasi guru harus dimulai agar pendidikan di Mentawai dapat berkembang secara signifikan.

Selain itu juga perlu dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan kepada masyarakat Mentawai, baik orang tua, murid, maupun tenaga pendidik itu sendiri. Karena ketika semua elemen terkait telah sadar akan pentingnya pendidikan, maka setidaknya ada satu faktor yang membantu kemajuan Mentawai di bidang pendidikan. Karena selama ini, kesadaran masyarakat Mentawai tentang pentingnya pendidikan masih sangat minim. Sangat diperlukan kerja keras dan motivasi yang dilakukan secara terus-menerus.

Ekonomi dan Sarana Transportasi

Seperti yang dibahas sebelumnya, masih terdapat beberapa masalah yang menjadi faktor berpengaruh bagi perkembangan pendidikan yang terjangkau mudah di Mentawai. Pertama, faktor ekonomi masyarakat (orang tua siswa). Penyelenggaraan sarana pendidikan yang belum merata pada saat ini memaksa anak-anak Mentawai yang tidak berdomisili di pusat kecamatan harus meninggalkan kampung halaman menuju sekolah melewati perjalanan jauh. Disana mereka harus memikirkan hidup dan makan agar tetap utuh sampai menamatkan pendidikan.

Ini yang harus dipikirkan oleh orang tua siswa (anak-anak Mentawai) agar tetap mengecap pendidikan. Mereka harus membanting tulang agar mendapatkan biaya yang cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka. Namun, pendapatan masyarakat Mentawai dari hasil pertanian belumlah menjamin kebutuhan termasuk biaya hidup anak-anak mereka di perantauan. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan pemerintah yang inovatif dan kreatif untuk mensejahterakan masyarakat Mentawai.

Kedua, sarana transportasi yang belum memadai juga sangat mempengaruhi terjangkaunya pendidikan bagi banyak anak-anak Mentawai. Saat ini jalur darat sebagai penghubung antar daerah di Mentawai masih sangat terbatas. Bila jalur darat dan air sangat memadai, maka akan terasa mudah bagi mereka bila harus menyekolahkan anak-anak menuju pusat sarana pendidikan.

Pendidikan adalah salah satu nyawa yang sangat berarti bagi perkembangan Mentawai. Oleh karena itu perlu untuk memajukan pendidikan di "Bumi Sikerei" ini. Pendidikan juga adalah salah satu kewenangan wajib yang diberikan pemerintah kepada pemerintah daerah Mentawai (Pasal 8 ayat (2) UU No.49/1999). Bila pendidikan di Mentawai telah maju, maka dapat dipastikan anak-anak Mentawai juga akan maju baik secara akademik maupun moral. Bila anak-anak Mentawai telah maju, maka harapan dan peluang sangat besar untuk membangun Mentawai dengan cepat melalui anak-anak daerahnya sendiri yang telah besar dengan pendidikan. Selain itu, sangat diharapkan ada anak-anak Mentawai mampu tampil di kancah nasional.

Perlu kita ketahui bahwa pendidikanlah yang telah membantu para pejuang memerdekakan bangsa ini dari keterpurukan dan tekanan penjajah. Ketika politik etis (politik balas budi) dilancarkan oleh Belanda kepada Hindia-Belanda pada saat itu melahirkan para kaum cendikiawan (Soekarna, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, M. Yamin, dll). Berkat pendidikan, mereka sadar dan bergerak maju memperjuangkan kemerdekaan. Para "Founding Father" bangsa ini lahir dan besar berkat pendidikan yang diselenggarakan Pemerintahan Belanda pada saat itu. Ini merupakan salah satu bukti konkret mengenai pentingnya pendidikan bagi kita.

Ini yang kita harapkan, ketika masyarakat Mentawai telah sadar akan pentingnya pendidikan, maka potensi untuk maju menuju perubahan yang baik sangat tinggi. Dengan kesadaran dan perjuangan yang tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Mentawai tidak diragukan lagi akan kemajuan Mentawai dalam waktu dekat.

(Firmatus Hia merupakan mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Andalas)

  • Pin it
Komentar