Asrama Siswa Siberut Tengah Terbengkalai

14-02-2018 11:30 WIB | Pendidikan | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson Merari
Asrama Siswa Siberut Tengah Terbengkalai

Asrama siswa di Siberut Tengah yang tak pernah dihuni sejak dibangun pemerintah pada 2015. (Foto : Rinto)

SAIBI SAMUKOP-Sejak dibangun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai pada 2015 lalu, asrama siswa di Kecamatan Siberut Tengah tak pernah digunakan sampai saat ini. Beberapa bagian bangunan permanen yang berada di daerah Koromimit Monga Dusun Pangasaat, Saibi Samukop mengalami kerusakan.

Dari pantauan MentawaiKita.com, lingkungan asrama telah ditumbuni semak-semak, pintu asrama dari muka, belakang dan samping telah terbuka. Kaca jendela kamar telah pecah dan berserakan di lantai. Tak ketinggalan kotoran sapi nyaris memenuhi seluruh lantai asrama.

Beberapa loteng asrama juga telah berlubang, wc dan kamar dipenuhi kotoran manusia yang berserakan di lantai.

Marinus Sakerebau (24), salah seorang warga yang rumahnya dekat dengan asrama tersebut mengatakan, kondisi asrama berantakan karena tak dihuni dan tak punya pintu. Akibatnya anak-anak leluasa masuk dan bermain bola sehingga banyak kacanya pecah terkena bola.

"Karena bagaimana kita melarang anak-anak bermain di dalam asrama pintu saja tak punya dan bahkan sapi juga bisa masuk di dalam sehingga kondisi asrama itu berantakan," katanya kepada MentawaiKita.com, Sabtu (10/2/2018).

Menurut Marinus, asrama ini harus dihuni agar terawat sebab selama ini setelah dibangun pemerintah dibiarkan begitu saja. "Kalau ada yang tinggal tentu tidak seperti sekarang ini keadaannya, jadi asrama ini masih bisa diperbaiki lagi dan ada solusi untuk digunakan kepentingan bersama, jika tidak digunakan makin lama tambah hancur," ujarnya.

Parulian Sabengbeng (45), salah satu orang tua siswa asal Cimpungan menyebutkan, pembangunan asrama itu menjadi sia-sia karena tidak digunakan. Saat pembangunan asrama, kata Parulisn, ia sudah duluan membuat pondok untuk tempat anaknya yang sekarang duduk di kelas XI SMAN 1 Siberut Tengah.

"Anak saya masuk sekolah sejak SMP lima tahun yang lalu dan saya buat pondoknya dan kalau dulu itu sudah ada asrama anak saya mungkin sudah tinggal di asrama itu dan sekarang anak-anak mau saja kita titip di situ tapi mestinya harus diperbaiki lagi," katanya.

Menurut Parulian, saat ini sekira 30 orang siswa SMP dan SMA asal Cimpungan bersekolah di Saibi, namun mereka sudah memiliki pondok masing-masing. "Kadang dalam satu pondok itu tinggal 4 orang anak, jadi asrama ini perlu perbaikan lagi, jika tidak bisa untuk anak-anak kan bisa juga untuk tempat tenaga pengajar yang berasal dari luar daerah," ujarnya.

Menyoal kondisi asrama itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Siberut Tengah, Jendam Purba mengatakan, pihaknya akan membahas perbaikan dan pemakaian asrama tersebut dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Sekarang ini apakah akan digunakan itu yang belum bisa saya jawab, hari Senin nanti dinas kebetulan akan ke tempat kita dan itu akan coba bicarakan kembali terkait asrama ini," ujarnya, Sabtu, (10/2/2018).

Tetapi setelah dikonfirmasi pada Senin, 12 Februari, usai melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai, Jendam menyebutkan, solusi penggunaan asrama belum dibicarakan ke dinas.

"Kita belum bicarakan itu ke dinas karna kehadiran pihak Disdikbud Mentawai di tempat kita tidak berkompeten membicarakan soal itu," kata Jendam di ruang kantornya, Senin, (12/2/2018).

Jendam mengaku bingung penggunaan asrama tersebut sebab sebelumnya sudah dibicarakan bersama kepala SMP dan SMA Siberut Tengah mengenai pemakaian fasilitas tersebut. "Tapi tidak ada juga yang mau menghuninya," ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Purba jika tidak bisa digunakan sebagai asrama pelajar dapat juga digunakan sebagai fasilitas kepentingan umum.

  • Pin it
Komentar