49 Tenaga Kontrak di Sikakap Dirumahkan

12-02-2018 14:39 WIB | Peristiwa | Reporter: Leo Marsen | Editor: Zulfikar Efendi
49 Tenaga Kontrak di Sikakap Dirumahkan

Ilustrasi pelaksanaan ujian tenaga kontrak di Mentawai

SIKAKAP - Puskesmas Sikakap terpaksa merumahkan 16 tenaga kontrak yang selama ini bekerja di tempat layanan kesehatan itu sejak 1 Februari lalu.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Sikakap, Syahril mengatakan kepada Mentawaikita.com, Senin 12 Februari, tenaga kontrak yang dirumahkan terdiri dari petugas kebersihan sembilan orang, pengolah gizi satu orang, satuan keamanan empat orang dan dua tenaga teknis.

"Sementara tenaga kontrak kesehatan masih bekerja, yang ada Surat Tanda Registrasi (STR) yaitu dokter umum dua orang , dokter gigi, 13 perawat dan 16 bidan yang bertugas di 44 dusun se-Kecamatan Sikakap yang meliputi tiga desa, Sikakap, Taikako dan Matobe, hanya satu perawat yang belum ada STR, yang selebihnya aktif menunggu hasil tes seleksi, mengenai gaji mereka yang aktif diatur di kemudian hari sesuai aturan yang berlaku, walaupun per 1 Februari kontraknya habis," katanya.

Menurut Syahrul, jika tenaga kontrak kesehatan tidak bekerja tentu pelayanan kesehatan kepada masyarakat terganggu, selain itu diantara 10 orang tenaga kontrak K3 ada tiga orang yang sukarela bekerja seperti biasanya, selebihnya berjumlah 13 orang tidak aktif lagi menjelang pengumuman hasil tes.

"Sementara ini, kebersihan kantor menjadi tanggung ajwab pegawai tetap puskesmas, begitu juga jaga kantor malam, dijaga satu orang PNS. Pihak puskesmas menunggu seleksi saja, siapa pegawai kontrak yang bekerja, yang menentukan pihak Dinas Kesehatan Pemda Mentawai," ujarnya.

Sementara Unit Pelayanan Terpadu Dinas Perhubungan dan Komunikasi Penyeberangan Sikakap , 23 tenaga kontrak dirumahkan sejak 1 Februari, kata Afrizal, salah satu pegawai negeri yang bekerja di Kapal LCT Katurei, Minggu (11/2).

Sementara Nie Daniati Tasirileleu, salah satu tenaga kontrak yang bertugas di UPTD Perhubungan dan Komunikasi Penyeberangan Sikakap mengatakan telah mengikuti seleksi ulang di Dishubkominfo Mentawai di Tuapeijat pada 23-26 Januari lalu.

"Kami menunggu pengumuman, kalau lulus kembali bekerja, kalau tidak akan cari kerja lain," katanya.

  • Pin it
Komentar