Berburu Keong Lilit di Hutan Mangrove Silabu

12-02-2018 10:07 WIB | Peristiwa | Reporter: Supri Lindra | Editor: Zulfikar
Berburu Keong Lilit di Hutan Mangrove Silabu

Ibu-ibu memecahkan cangkang keong lilit di kawasan Macaronis Resort (Supri Lindra)

SILABU - Hutan mangrove yang tumbuh di sepanjang pantai Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi daya tarik warga setempat untuk berburu keong lilit. Apalagi lokasinya berdekatan dengan Macaronis Resort, lokasi wisata surfing yang terkenal.

Jarak Macaronis Resort ke lokasi hutan magrove yang banyak terdapat keong lilit ada sekitar 100 meter. Warga yang ingin mencari keong lilit harus rela basah-basahan sedalam 1 meter untuk melewati air laut.

Keong lilit adalah keong yang hidup di hutan magrove, berukuran kecil berbentuk kerucut dan memiliki cangkang yang keras dan panjang berwarna kecoklatan. Jika ingin membukanya harus dipecahkan dengan benda keras seperti batu atau martil. Daging isinya berwarna hitam dan putih. Keong lilit ini biasanya dimasak warga menjadi rendang, digulai dengan santan maupun digoreng.

"Lilit ini sangat enak sekali apa lagi dibuat sambal rendang, rendang lilit tidak kalah enaknya dengan rendang daging, lilit memiliki daging yang kenyal dan keras sama dengan daging," kata Wasti, salah seorang pengunjung dari Desa Sikakap.

Wasti menyebutkan, kalau berkunjung ke Macaronis Resort tidak lengkap rasanya kalau tidak membawa pulang lilit.

Novianti, warga Desa Sikakap, menambahkan banyaknya hutan magrove di sepanjang pantai Macaronis Resort tempat berkembang biak keong lilit,walaupun basah-basah untuk mencapai lokasi hutan magrove tidak jadi masalah, asalkan lilit bisa dibawa pulang.

Di Sikakap keong lilit dijual dengan harga Rp10 ribu per plastik ukuran 1 kg. Biasanya keong ini dijual tiap Rabu, saat KMP Gambolo masuk pelabuhan.

  • Pin it
Komentar