Tukang Melarang Kantor Baru UPT Disdikbud Siberut Tengah Dipakai

17-01-2018 23:28 WIB | Pendidikan | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson Merari
Tukang Melarang Kantor Baru UPT Disdikbud Siberut Tengah Dipakai

Kantor baru UPT Disdikbud Siberut Tengah yang belum dapat digunakan karena terganjal persoalan utang. (Foto Rinto)

SAIBI SAMUKOP-Tukang bangunan melarang Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai dipakai sebab upah mereka belum dibayarkan oleh kontraktor.

Sehelai papan yang ditempel di depan kaca pintu utama yang bertuliskan "stop belum bisa dipakai" sengaja dipasang agar pihak-pihak yang terkait tahu bahwa bangunan tersebut belum dapat digunakan sebelum urusan selesai. Pembangunan gedung kantor senilai Rp604 juta bersumber dari APBD Mentawai 2017 dilakukan kontraktor dari CV.Karya Sotboyak.

Pelaksana kerja lapangan CV. Karya Sotboyak, Riki Wisan Nyo Satoko mengatakan tukang bangunan memalang bangunan karena upah mereka belum terbayar.

"Itu tuntutan kami bersama dan juga sebagai peringatan menunggu ini cair, jadi semua yang terjadi di lapangan adalah kami korban devisit anggaran," katanya kepada MentawaiKita.com, Rabu (17/1/2018).

Menurut Riki, dana yang belum dibayarkan Pemkab Mentawai sekira Rp300 juta lebih yang di dalamnya masuk upah tukang, upah pembuatan lobrik dan kayu bangunan. "Sekarang ini belum ada kejelasan yang pasti realisasi anggarannya akan dilakukan, nah kami sebagai rekanan tidak mau tahu persoalan apa yang dialami pemda perihal masalah anggaran, yang kami tahu kerja kami sudah selesai dan kami berhak menerima apa yang jadi hak kami," ujarnya.

Riki menyebutkan, bangunan yang mereka buat tersebut masuk tahap pemeliharaan namun tak bisa mereka jalankan karena anggaran belum dicairkan. Ia berharap dana tersebut segera dicairkan agar mereka dapat membayar upah tukang yang belum dilunasi.

"Yang menjadi sedikit kendala sekarang ini pembayarannya dari pemerintah yang belum di lakukan, kita tidak tahu persis kenapa belum juga dibayarkan ke kita tapi yang mungkin kita tahu ini dampak devisit anggaran dari Pemda," katanya.

Pengerjaan gedung kantor sudah selesai sejak Desember 2017 dan tidak putus kontrak dan saat ini masuk ke tahap pemeliharaan selama tiga bulan.

"Kini itu tahap pemeliharaan, tapi bagaimana kita memperbaiki yang perlu sedangkan dana awal kita saja belum tergantikan dan modal kita untuk memeliharanya, makanya tidak berjalan pemeliharaan itu," jelas dia.

Riki mengaku sedikit bingung sebab sepengetahuan dia ketika proyek dibuat dan dilelang sudah pasti uangnya tersedia dari anggaran pemerintah. Menurut Riki, tidak soal menunggu lama pencairan anggaran namun ada kepastian kapan direalisasikan.

"Kami secara langsung melakukan kordinasi langsung ke pemda dan belum ada info yang pasti dari mereka baik dari PPTK, PPK, Sekretaris dan bahkan pengguna anggaran jawabannya masih dalam proses dan sampai kapan dan tidak ada info yang pasti dan kita tidak menyalahkan Pemda tapi ini faktanya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Disdikbud Siberut Tengah, Jendam Purba mengatakan, pekerjaan kantor tersebut jatuh tempo pada Desember 2017 namun kondisinya belum siap pada beberapa tempat. Namun kata dia, kontraktor masih memiliki waktu 3 bulan untuk perawatan.

"Pekerjaan bangunannya memang sudah jatuh tempo sejak Desember 2017, tapi sekarang masih ada waktu pemeliharaan selama 3 bulan dan kita tidak tahu sekarang bagaimana penyelesaiannya selama 3 bulan itu oleh kontraktor pelaksana," kata Purba.

Purba menyebutkan, sejak jatuh tempo, kontraktor belum koordinasi dengan pihaknya terkait kondisi bangunan. Menurut dia, pihaknya tidak terlalu banyak mengurusi soal pembangunan, bagi mereka bangunan tersebut diselesaikan dan kunci diserahkan.

"Meski begitu jika lewat selama 3 bulan pemeliharaan siap atau tidak kalau sudah ada perintah dari dinas, kami akan tempati gedungnya," ujarnya.

Ia mengatakan, jika masih ada masalah yang belum terselesaikan antara kontraktor dan pekerja bukanlah urusan pihaknya atau Disdikbud Mentawai. "Kalau ada masalah pekerja atau tukang dengan pihak kontraktor yang berdampak pada pemalangan gedung hingga tidak bisa kami pakai itu tidak boleh terjadi, tetap kami pakai jika urusan dinas antara kontraktor sudah selesai jadi harapan kita jangan terjadi seperti itu," ujarnya.

Menurut pantauan MentawaiKita.com, isi kantor UPT Disdikbud Siberut Tengah yang baru dibangun itu masih berantakan. Pada beberapa bagian terlihat potongan kayu dan kaleng bekas cat yang berserakkan. Beberapa sudur bangunan terlihat celah-celah yang belum selesai dikerjakan. Tak ada aktivitas pekerjaan lagi di lokasi itu.

  • Pin it
Komentar