Kondisi Jalan Makin Parah, Puskesmas Sikabaluan Buka Poskesdes Darurat

11-01-2018 10:28 WIB | Peristiwa | Reporter: Bambang Sagurung | Editor: ocha
Kondisi Jalan Makin Parah, Puskesmas Sikabaluan Buka Poskesdes Darurat

Dua petugas medis Puskesmas Sikabaluan melayani pesien di poskedes darurat di Dusun Muara Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Mentawai. (Foto: Bambang Sagurung)

SIKABALUAN--Jalan rusak menuju Puskesmas Sikabaluan di Kecamatan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai membuat warga sekitar kesulitan untuk berobat. Kondisi ini membuat pihak puskesmas membuka pos kesehatan masyarakat (poskedes) darurat di lokasi puskesmas lama di Dusun Muara Desa Sikabaluan sejak Desember 2017 lalu.

"Pengunjungnya cukup banyak dan rata-rata yang datang sekitar Muara, Sirilanggai, Malancan, Terekanhulu, " kata Orlina Safitri, salah seorang petugas di Poskesdes kepada Mentawaikita.com, Kamis (11/1).

Poskedes ini cukup banyak dimanfaatkan warga sekitar, berdasar data kunjungan, tiap harinya berobat antara 5 hingga 10 orang pasien. Poskedes membuka layanan di hari Senin-Kamis mulai pukul 08.00-12.30 WIB, hari Jumat 08.00-11.30 WIB dan hari Sabtu, 08.00-12.00 WIB.

"Hanya yang bisa ditangani penyakit yang ringan. Sementara untuk yang berat atau operasi langsung ke Puskesmas Sikabaluan, " kata Nikmah, petugas lainnya.

Lebihlanjut dikatakan Nikmah, keberadaan poskesdes di puskesmas lama sangat membantu masyarakat sehingga diharapkan peran serta pemerintah desa dalam membantu pembenahan fasilitas termasuk gedung.

"Kita berharap pemerintah desa memberikan perhatian karena ini dalam rangka membantu masyarakat yang sulit untuk menjangkau puskesmas karena kondisi jalan," katanya.

Bagi pihak Puskesmas Sikabaluan, selain membantu masyarakat keberadaan poskesdes ini membantu petugas kesehatan yang sedang memiliki balita dan kondisi hamil karena untuk melaksanakan tugas di puskesmas dengan kondisi jalan yang rusak rawan kecelakaan.

Sanide (40), salah seorang warga Dusun Muara mengatakan keberadaan poskesdes di puskesmas lama sangat membantu masyarakat, baik dari kemudahan akses maupun biaya.

"Kalau orang naik ojek harusnya Rp10 ribu untuk pergi dan pulang, dengan kondisi jalan yang rusak menjadi Rp30 hingga Rp40 ribu pergi dan pulang, " katanya.

  • Pin it
Komentar