Harga Cengkeh di Sipora Masih Anjlok

11-01-2018 08:26 WIB | Ekonomi | Reporter: Patrisius Sanene | Editor: Rus Akbar
Harga Cengkeh di Sipora Masih Anjlok

Cengkeh yang dijemur di depan rumah warga dusun Mapaddegat, Desa Tuapeijat, Sipora Utara. (Foto: Patrisius Sanene)

TUAPEIJAT-Warga Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan, Sumatera Barat, sudah mulai memanen buah cengkeh atau syzygium aromaticum.

Menurut petani, harga cengkeh kering di tingkat para pemasok atau pedagang masih sangat murah jika dibandingkan pada panen tahun sebelumnya."Harganya masih murah, kalau dulu mencapai Rp180 ribu per kilogram, tapi sekarang hanya Rp80 ribu per kilogram saja dibeli pedagang," kata Erwin (37) warga Mapaddegat, pada Rabu (10/1/2018).

Meski harganya anjlok tanaman tahunan ini menjadi andalan sebagai salah satu peningkat perekonomian masyarakat di Mentawai. "Meski tanaman ini menunggu hasilnya sangat lama tapi sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan pendapatan kami, juga bisa menyekolahkan anak hingga di perguruan tinggi," kata Erwin.

Saat ini beberapa masyarakat di Tuapeijat yang menjual cengkeh kering masih kepada para pedagang yang ada di Tuapeijat sehingga harga cengkeh pun ditentukan sesuka hati oleh para pedagang. "Kami sangat mengharapkan peran pemerintah melalui Bumdes yang sudah dibentuk dapat menyeimbangi harga sehingga masyarakat tidak mengalami rugi banyak apalagi harga cengkeh ditentukan pedagang secara sesuka hati mereka," kata Erwin.

Cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas juga sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia yang biasa tumbuh di daerah tropis dan perbukitan.

Seorang petani cengkeh harus menunggu sekitar 7 tahun, baru bisa menikmati hasilnya. Dari tanam biji sampai bibit, membutuhkan waktu sekitar 3 tahun sampai bibit tumbuh sekitar 1 meter, dan siap untuk dipindahkan ditempat pembibitan siap tanam, dari penanaman sampai berbuah membutuhkan waktu selama empat tahun.

Tanaman ini juga harus dibersihkan karena jika rumput disekitarnya lebih tinggi akan menghambat percepatan pertumbuhannya. Untuk perawatannya dari bibit sampai pohon cengkih baru belajar berbuah, dan bisa menghasilkan 5 liter per pohon, pohon cengkih memasuki masa produksi terbaik saat berusia 15 tahun, bisa menghasilkan 30-40 kilogram per pohon.

  • Pin it
Komentar