Pembangunan Jalan dan Jembatan di Siberut Utara Tak Rampung

09-01-2018 14:48 WIB | Peristiwa | Reporter: Bambang Sagurung | Editor: ocha
Pembangunan Jalan dan Jembatan di Siberut Utara Tak Rampung

Pembangunan jembatan Barambang di Siberut Utara yang belum selesai akhir tahun lalu dilanjutkan pekerjaannya 50 hari kalender. (Foto: Bambang Sagurung)

SIKABALUAN-Pembangunan jalan dan jembatan tahun anggaran 2017 di wilayah Kecamatan Siberut Utara tidak selesai hingga akhir tahun lalu. Salah satunya pembangunan jembatan Barambang yang berlokasi antara Dusun Pokai Desa Sikabaluan dan Dusun Sirilanggai Desa Malancan. Proyek dikerjakan PT. Somba Hasbo dengan nomor kontrak 630.54/05/SP.PJB/DPUPR.

"Mereka mengejar penyelesaian pembangunannya karena waktu mereka banyak terpakai pada pemasangan rangka lantai jembatan dari baja, " kata Wakil Ketua DPRD Mentawai, Jakop Saguruk pada Mentawaikita.com, Selasa (9/1).

Untuk menyelesaikan proyek, perusahaan diberikan perpanjangan masa kerja karena melihat hasil pelaksanaan di lapangan. "Mereka diberikan perpanjangan waktu 50 hari ke depan sejak berakhirnya masa kontrak, karena bobot kerja mencapai 70-80 persen, " katanya.

Pembangunan jembatan yang bernilai kontrak Rp2.437.400.000 bersumber dari APBD 2014 dikatakan Jakop, proyek 2017 yang memiliki nilai bobot kerja tertinggi.

"Bobot kerja mereka tertinggi untuk pembangunan jembatan, makanya diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pembangunannya, " katanya.

Pembangunan jembatan yang terkontrak 28 Juli 2017 hingga 145 hari kalender kini sedang dalam tahap pemasangan kerangka besi lantai untuk pengecoran.

"Tinggi jembatan dikurangi 2 meter dari ketinggian di dalam kontrak sebelumnya, karena kita tidak mau kasus jembatan di Pokai yang terlalu tinggi. Ini menjadi evaluasi bagi Dinas PU dalam perencanaan, " katanya.

Sementara pembangunan jalan dan jembatan Sirilanggai-Monganpoula yang dikerjakan PT. Rimata Saibi Karya dengan nilai kontrak Rp3.867.800.000 dengan konsultan pengawas CV. Multi Mitra Serasi, dikatakan Jakop, tidak dapat diselesai sesuai nilai kontrak.

"Karena terjadi defisit anggaran sehingga nilai kontrak dikurangi dari sebelumnya termasuk volume kerja. Jadi hanya melihat hasil kerja di lapangan, "katanya.

Lebihlanjut dikatakan politisi Partai Golkar ini, bila tidak terjadi pengurangan anggaran, ada kemungkinan PT. Rimata Saibi Karya masuk dalam daftar PT atau CV yang bermasalah dalam pelaksanaan proyek.

"Karena ada pengurangan anggaran sehingga tidak ada PHO selayaknya proyek lainnya. Ini keuntungan mereka, " katanya.

Sedangkan penyelesaian pembangunan jembatan Pokai Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, dikatakan Jakop, sarat akan kepentingan. "Banyak kepentingan politik disana dan itu proyek lama, " katanya.

Kondisi di lapangan untuk jembatan Pokai, masih sebatas proses penimbunan.

  • Pin it
Komentar