Rawan Bencana, Kepulauan Mentawai Sudah Punya Kapal SAR

09-01-2018 14:38 WIB | Peristiwa | Reporter: Patrisius Sanene | Editor: ocha
Rawan Bencana, Kepulauan Mentawai Sudah Punya Kapal SAR

KN Ramawijaya 240, kapal SAR milik Pemkab Mentawai sedang berlabuh di dermaga Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai. (Foto: Patrisius Sanene)

TUAPEIJAT-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat akhirnya memiliki satu unit kapal untuk pencarian dan pertolongan (Search dan rescue/SAR) bernama KN. SAR Ramawijaya 240 yang telah tiba di Tuapeijat sejak 29 Desember 2017.

Kapal dengan panjang sekitar 40 meter tersebut mampu melaju 27 knot (50 km/h) dilengkapi sonar echo sounder, GPS, radar, radio.

Akmal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Kepulauan Mentawai mengatakan kapal tersebut akan disiagakan untuk melakukan pencarian dan pertolongan jika sewaktu-waktu ada peristiwa kecelakaan di laut seperti orang hilang atau tenggelam.

"Kapal tersebut digunakan untuk operasi atau kegiatan pencarian dan pertolongan sewaktu-waktu terjadi kecelakaan yang membayakan kondisi manusia di peraian seperti pencarian terhadap orang hilang di laut atau peristiwa akibat bencana alam (tsunami)," kata Akmal melalui telepon pada Selasa, (9/12/2018).

Dengan fasilitas kapal memadai, pencarian dan pertolongan lebih mudah dilakukan dimana sebelumnya pencarian terhadap korban hilang atau tenggelam masih menggunakan kapal dari Kantor SAR Padang.

"Kalau dulu namanya Pos SAR Mentawai yang linknya ke Kantor Pos SAR Padang, sekarang Pos SAR Mentawai sudah meningkat statusnya menjadi Kantor SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai yang langsung berkoordinasi ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) dan sudah punya kapal SAR sendiri," jelas Akmal kepada Mentawaikita.com.

Saat ini Kantor SAR Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki sekitar 24 personil siaga baik yang siaga di kapal maupun di kantor, namun jumlah personil tersebut dinilai masih kurang.

"Personil kita sebenarnya masih kurang, kita berharap pemerintah melakukan penerimaan atau pengadaan tenaga pendukung baik PNS atau pun tenaga tim pencari dan penolong," kata Akmal.

Upaya kerjasama atau koordinasi dengan instansi lain seperti TNI, Polri, BPBD dan instansi lain menjadi penting dalam melakukan tugas pencarian dan pertolongan.

"Kerjasama dan koordinasi itu sangat penting kepada rekan-rekan di instansi lain seperti TNI, Polri, BPBD dan instansi lain yang membantu menjadikan kita satu tim melakukan pencarian dan pertolongan," kata Akmal.

Strategi yang dilakukan dalam pencarian dan pertolongan dijelaskan Akmal adalah dengan mempersiapkan personil yang tangguh, siap siaga.

"Strategi kita ke depan tentu harus dipersiapkan seperti siapnya ABK kita, kesiapan tim rescue atau personil pencari, dengan memberikan pelatihan fisik, kemudian pembinaan," kata Akmal.

  • Pin it
Komentar