YCMM Latih Warga Bekkeiluk Membuat Pupuk Kompos

06-12-2017 09:40 WIB | Ekonomi | Reporter: Hendrikus Samonganuot | Editor: Gerson Merari
YCMM Latih Warga Bekkeiluk Membuat Pupuk Kompos

Warga Bekkeiluk, Desa Muntei mempraktikkan cara pembuatan pupuk kompos. (Foto : Hendrik)

BEKKEILUK-Yayasan Citra Mandiri Mentawai(YCMM) melatih warga Dusun Bekkeiluk, Desa Muntei, Siberut Selatan, Mentawai cara membuat pupuk kompas dari sisa-sisa sampah organik yang ada di lingkungannya, Kamis 30 November 2017.

Manajer Program Peduli YCMM, Tarida Hernawati mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bentuk keinginan lembaganya memasyarakat model pertanian organik kepada masyarakat agar lingkungan mereka tetap terpelihara dengan baik.

Melalui pelatihan itu, lanjut dia, wawasan dan pengetahuan tentang pertanian organik serta manfaat dan keunggulannya makin dipahami warga. Dengan begitu warga mampu memproduksi pupuk dan pestisida organik secara mandiri.

"Pada akhirya nanti diharapan masyarakat mampu menghasilkan produk pertanian organik unggulan dari daerah Silak Oinan," kata Tarida.

Hasil ini nantinya dapat diterima oleh pasar, sehingga ketika suatu komoditi dapat dijual mampu memberi pendapatan pada ekonomi keluarga.

Reza Fernanda, staf YCMM bagian pertanian menjelaskan, pelatihan pembuatan pupuk kompos ini bertujuan meningkatkan kemandirian petani sehingga terhindar dari produk pupuk dan pestisida kimia. Ada beberapa jenis pupuk yang dipraktikkan yakni pembuatan mikro organisme lokal, pembuatan pupuk kompos dan pembuatan pestisida.

Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pupuk organik dan pestisida ini berasal dari limbah rumah tangga sisa-sisa makanan seperti kulit keladi, pisang, ampas kelapa, rumput-rumputan, batang pisang, daun, tanaman legume, jerami, buah-buahan, daun pepaya, daun sirsak, ampas sagu, air cucian beras, tetes tebu, air kelapa, dan serat jahe merah. bahan ini tidak sulit didapatkan dan banyak ditemukan disekitar perkampungan dan perlandangan

Menurut Reza, penggunaan pupuk organik mampu mempertahankan dan menjaga kesuburan lahan pertanian sehingga lahan dapat dipakai dalam jangka waktu lama.

"Hasil yang diharapkan masyarakat Bekkeiluk mampu mengolah bahan hijau yang ada di sekitarnya menjadi pupuk kompos, pupuk organik padat, pupuk cair, dan pestisida organik," ujar Reza.

Kepala Dusun Bekkeiluk, Nikodemus Sagulu mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya Bekkeiluk sebab bahan-bahan pupuk tersebut tersedia di tempatnya.

"Bahannya tidak sulit didapatkan dari pada kita membeli pupuk lebih baik kita mengolah bahan- bahan yang sudah tersedia di hutan kita," katanya kepada Puailiggoubat usai mengikuti pelatihan pada hari itu.

Ia dan warga berterima kasih kepada YCMM sebab selama ini pengetahuan tersebut masih minim mereka dapat.

  • Pin it
Komentar