Siswa dan Guru SDN 02 Matotonan Kenakan Atribut Adat Mentawai Tiap Kamis

27-10-2017 08:43 WIB | Budaya Mentawai | Reporter: Hendrikus Bentar | Editor: ocha
Siswa dan Guru SDN 02 Matotonan Kenakan Atribut Adat Mentawai Tiap Kamis

Siswa SDN 02 Matotonan memakai luat (ikat kepala khas Mentawai) di sekolah tiap Kamis. (Foto: Hendrikus Bentar)

MATOTONAN-Tiap Kamis menjadi hari yang berbeda dengan hari lain di SDN 02 Matotonan, Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pada hari Kamis, seluruh murid dan guru di sekolah itu diwajibkan memakai luat (ikat kepala), kalung dan pakaian tradisional Mentawai.

Kepala SDN 02 Matotonan, Rusman mengatakan, pemakaian alat-alat budaya Mentawai tersebut merupakan cara melestarikan budaya Mentawai dan sebagai langkah antisipasi budaya itu tidak hilang.

"Agar tidak hilangnya budaya Mentawai para siswa dan guru setiap hari Kamis memakai pakaian tradisional Mentawai yakni luat, kalung baik itu perempuan maupun laki laki," katanya pada Puailiggoubat, Sabtu, 21 Oktober.

Menurut Rusman, ide itu muncul karena melihat anak-anak sekarang ini mulai tidak mengenal dengan budayanya sendiri. "Dengan cara ini saya ingin mengembangkannya di sekolah agar murid-murid tidak lupa dengan budaya Mentawai yang selama ini mulai ditinggal oleh anak-anak, ini diberlakukan perdana di SDN 02 Matotonan," ujarnya.

Ia menyebutkan, meski pemakaian atribut Mentawai telah diwajibkan di sekolah namun belum semua murid mengikutinya. Masih ada beberapa siswa yang belum memakai pakaian itu namun ia tetap melakukan sosialisasi kepada mereka supaya pada 2018 sudah menjadi tradisi dan semuanya mengenakannya.

Aksesoris Mentawai tersebut tidak disediakan oleh sekolah melainkan oleh orangtua murid sendiri. Selain menggunakan alat budaya Mentawai, SDN 02 Matotonan juga rutin mengajarkan budaya Mentawai di sekolah.(hd/g)

  • Pin it
Komentar