Dua Kasus Penyakit Kaki Gajah Ditemukan di Sinakak, Pagai Selatan

11-10-2017 08:59 WIB | Peristiwa | Reporter: Leo Marsen Purba | Editor: Rus Akbar
Dua Kasus Penyakit Kaki Gajah Ditemukan di Sinakak, Pagai Selatan

Penyakit kaki gajah (ilustrasi)

BULASAT-Peneliti dari World Heatlh Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia dari PBB menemukan dua kasus penyakit kaki gajah atau Filariasis di Desa Sinakak Kecamatan Pagai Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dua penderitanya masih usia sekolah dasar.

Kepala Puskesmas Bulasat, Kerpanius Sakeru, mengatakan awalnya kedua anak itu diduga menderita penyakit malaria namun setelah diperiksa lagi ternyata keduanya mengidap penyakit kaki gajah.

"Oktober ini akan diberi obat anti penyakit gajah secara serentak di wilayah kerja Desa Bulasat serta pemberian obat jika ada yang demam," katanya, Kamis (5/10/2017).

Kerpanius menambahkan, selain dua kasus itu, sebelumnya ada juga enam kasus yang terjangkit penyakit kaki gajah di wilayah Desa Sinakak tepatnya di Dusun Aban Baga dan Mabolak Selatan. "Kasusnya sudah dapat ditangani agar tidak menular. Kasus enam orang itu terdeteksi dua tahun yang lalu, saat ini sudah diberikan obat agar tidak menular walaupun kakinya masih bengkak, tidak ada penyusutan, itu tak jadi masalah karena tidak akan menular," ujarnya.

Penyakit kaki gajah yang disebabkan cacing filaria ditularkan melalui gigitan nyamuk, penyakit kaki gajah membuat penderita cacat seumur hidup.

  • Pin it
Komentar