ADD Dipangkas, Pemerintah Desa Sikakap Tunda Dua Item Proyek

06-10-2017 12:15 WIB | Peristiwa | Reporter: Supri Lindra | Editor: ocha
ADD Dipangkas, Pemerintah Desa Sikakap Tunda Dua Item Proyek

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Sikakap dipajang di depan kantor desa Sikakap. (Foto: Supri Lindra)

SIKAKAP—Pemerintah Desa Sikakap harus menunda dua item proyek yang didanai Alokasi Dana Desa karena adanya pemangkasan ADD dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Proyek yang ditunda itu, pembangunan gedung serbaguna Dusun Sibaibai dengan anggaran Rp113.558.500 dan pengadaan mesin hueller Rp50 juta.

Pemangkasan itu merujuk pada Peraturan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Nomor 900/355/BKD-KKM/2017 perihal Pengurangan Alokasi Angaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2017, dimana Alokasi Dana Desa (ADD) dipangkas Rp150 juta per desa.

"Besar ADD Desa Sikakap pada 2017, Rp3,2 miliar, untuk penyelenggaraan pemerintah desa Rp1,2 miliar, pembangunan desa Rp1,8 miliar, pemberdayaan masyarakat Rp248,1 juta dan dana pembinaan masyarakat Rp30,5 juta, akibat pemangkasan ADD Rp150 juta, dari 29 kegiatan terpaksa dikurangi 2 kegiatan menjadi 27 kegiatan," kata Suharman, Kepala Desa Sikakap, Jumat (6/10).

lebih lanjut, Suharman mengatakan, sisa dana dari dua item kegiatan yang ditunda itu akan digunakan untuk penambahan panjang jalan atau pengadaan mebeler. Sementara dua kegiatan yang dipangkas ini akan menjadi prioritas kegiatan di tahun depan.

Kegiatan fisik ADD 2017 sebanyak 29 kegiatan yakni kegiatan tahap 1 sebanyak 18 kegiatan, tahap 2 sebanyak 11 kegiatan. Kegiatan yang dilakukan berupa jalan usaha tani, jalan evakuasi, jalan antar dusun, gedung Paud/TK, gedung serbaguna, pengadaan mesin hueller, drainase, dan bantuan-bantuan bibit dan pupuk untuk kelompok.

Sebelum melakukan pemangkasan kegiatan, Pemdes sudah menggelar rapat perubahan APBDesa dengan Badan Permusyawaratan Desa Sikakap.

"Kita tidak bisa berbuat apa-apa sebab ini sudah keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam surat keputusan nomor 900/355/BKD-KKM/2017," katanya.

Sementara Ketua BPD Desa Sikakap, San Andi Ikhlas, mengatakan agar tidak menjadi masalah kita telah melakukan lobi-lobi agar dusun yang kegiatannya terpaksa dipangkas tidak merasa kecewa," katanya.

  • Pin it
Komentar