Festival Pesona Mentawai 2017 Resmi Ditutup

06-10-2017 07:45 WIB | Peristiwa | Reporter: Patrisius Sanene | Editor: ocha
Festival Pesona Mentawai 2017 Resmi Ditutup

Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake menutup Festival Pesona Mentawai 2017, kamis malam (5/10/2017). (Foto: Patrisius Sanene)

TUAPEIJAT--Festival Pesona Mentawai (FPM) 2017 yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga selama 5 hari resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake, Kamis malam (5/10/2017).

Acara yang yang dilaksanakan 1-5 Oktober tersebut menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti lomba tarian tradisional Mentawai (turu' laggai), lomba lagu Mentawai, lomba menghiasa bunga di kepala perempuan Mentawai (manai ogok), lomba foto, kemudian tour memanah, lalu pembuatan tato Mentawai.

Pada acara penutupan tersebut ditampilkan berbagai acara seperti tarian tradisional Mentawai, tari kreasi dari berbagai daerah. Kortanius Sabeleake yang berterimasih kepada masyarakat Tuapeijat khususnya Mapaddegat karena acara berjalan lancar dan sukses, semua rangkaian kegiatan Festival Pesona Mentawai berlangsung aman dan tertib.

"Terimakasih kepada pariwisata telah melaksanakan berbagai kegiatan festival panah tradisional, muanggau, dan sekarang festival pesona," kata Kortanius.

Ia juga mengapresiasi dan bangga kepada penari, pencipta lagu atau musisi dan seniman yang berasal dari Mentawai.

"Banyak peningkatan terjadi, peningkatan ekonomi masyarakat, pariwista menjadi sumber ekonomi tidak yang pernah bangkrut, harapan kami kepada DPRD Mentawai untuk tetap mendukung FPM, untuk menampilkan potensi kita," kata Kortanius.

Hanya dengan iven ini, lanjut Korta, Mentawai menunjukkan kepada dunia, pariwisata hanya bisa ada kalau keamanan, kedamaian terjamin serta masyarakatnya terbuka.

Sementara Ketua DPRD Mentawai, Yosep Sarogdok, mengatakan agar pemuda Mentawai etap bangga pada budaya. "Ada kekurangan dan kelebihan bisa kita evaluasi untuk lebih baik lagi, kepada anak muda banggalah menjadi orang Mentawai, kita harus bangga dengan budaya kita dimana pun berada dan jangan malu menggunakan bahasa Mentawai, jangan malu menggunakan identitas sebagai Mentawai, bagi peserta lomba lagu, lomba foto kalau tidak jadi juara harus belajar terus jangan putus asa," kata Yosep.

  • Pin it
Komentar