Murourou dan Pantangannya

05-10-2017 10:31 WIB | Budaya Mentawai | Reporter: Patrisius Sanene | Editor: ocha
Murourou dan Pantangannya

Aman Boroi Ogok, sikerei asal Siberut membidik target buruan. (Patrisius Sanene)

TUAPEIJAT-Murourou merupakan istilah kegiatan berburu binatang di hutan seperti burung, monyet, babi hutan orang Mentawai yang menggunakan panah tradisional. Panah ini disebut rourou yang terbuat dari batang enau. Kegiatan muorourou biasanya dilakukan sikerei atau ahli ramuan obat tradisional Mentawai.

Sebelum murourou, banyak persiapan dan pantangan yang dilakukan oleh sikerei seperti dijelaskan Pangarita Siritoitet (56), seorang sikerei asal Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan.

Sebelum berangkat berburu, sikerei menyiapkan bekal yang dibawa ke hutan seperti air minum, rokok, parang, juga anjing pemburu yang bisa membantu mendeteksi keberadaan buruan seperti babi.

Setelah mempersiapkan bekal yang dibawa ke hutan, seorang sikerei harus berpantang, misalnya sehari sebelum pergi berburu, seorang sikerei tidak boleh tidur dengan istrinya apalagi berhubungan badan, karena bisa gagal dapat hewan. Lalu seorang sikerei tidak boleh makan makanan asam.

"Ada banyak pantangan sebelum murourou, kami tidak boleh tidur dengan istri, kalau kami melanggar itu, buruan tidak akan dapat," kata Pangarinta saat melakukan tour berburu pada acara Festival Pesona Mentawai pada Senin, 2 Oktober di hutan Mapaddegat.

Kegiatan berburu ada dua kategori, murourou siberikabaga, dan murourou murourou pasigaba panaen. Murourou siberikabaga adalah kegiatan berburu yang dilakukan lebih dari satu orang dan biasanya dilakukan oleh anggota suku yang tidak ditentukan jumlahnya, sementara murourou murourou pasigaba panaen kegiatan berburu yang yang hanya dilakukan oleh per individu saja.

Pantangan antara murourou siberikabaga, dan murourou murourou pasigaba panaen juga sama, tidak boleh berhubungan suami istri dan makan yang asam-asam. "Itu pantangan yang paling utama," kata Pangarita.

Untuk meramu racun panah, sebelum mengambil bahan racun panah (raggi) seorang sikerei harus mandi terlebih dahulu, lalu mengoleskan berbagai ramuan lain pada tubuh (mukiniu), hal tersebut dilakukan untuk membersihkan tubuh, kemudian saat pergi berburu tidak boleh meminum air dingin, harus air panas, juga seperti gula.

Untuk menjaga kelestarian alam, jumlah buruan yang ditargetkan secukupnya, tidak boleh banyak dan biasanya hanya 2-3 ekor. Setelah memakan binatang buruan, sikerei biasanya memakan buah yang disebut lacco, baru kemudian seorang sikerei bisa melakukan kegiatan seperti biasa dan keluar dari pantangan selama berburu.

Acara tour berburu tersebut menjadi pengalaman menarik bagi seorang Siokko Mentawai 2016, Ashfihani Basnur yang juga ikut dan menyaksikan seorang sikerei melakukan kegiatan berburu di hutan.

"Saya senang sekali melihatnya dan ini baru pertama kali, sebuah pengalaman baru langsung melihat ke lapangan, dan unik banget, kita dapat info ada ritual seperti yang dilakukan sikerei menarik banget, semoga juga budaya tersebut tetap lestari juga hutannya jangan dirusak, dimana yang saya ketahui juga seorang sikerei sangat tergantung dengan hutan," katanya.

  • Pin it
Komentar